Lamongan (beritajatim.com) – Penyedia jasa foto di Lamongan kebanjiran order saat memasuki musim wisuda. Bahkan, puluhan wisudawan dan keluarga rela menyerbu dan mengantre panjang untuk menunggu gilirannya.
Hal tersebut seperti yang tampak di Jalan Veteran, tepatnya di sekitar kawasan Universitas Islam Lamongan (Unisla). Keinginan dari para wisudawan untuk mengabadikan momen bersejarahnya itu menjadi berkah tersendiri bagi penyedia jasa foto.
Nita, salah satu penyedia jasa foto di Lamongan ini mengaku bahwa pihaknya sengaja membuka jasa foto dadakan lantaran peminatnya cukup lumayan. Ia berkata, hal itu ia lakukan sebagai upaya jemput bola kepada para pelanggannya.
Jasa foto dadakan itu, ungkap Nita, dengan memanfaatkan teras sebuah toko yang kemudian ia sulap menjadi studio foto. Bahkan, ia juga telah menyiapkan terop lengkap beserta kursinya sebagai tempat antre.
“Sampai antre panjang, yang sudah boking jauh-jauh hari ada sekitar 64 pelanggan, tapi yang langsung datang ini juga lumayan banyak, ada 63 pelanggan. Bahkan bisa lebih, karena pelanggan terus berdatangan,” ujar Nita, penyedia jasa foto bernama Mosen Film Studio itu, Sabtu (29/10/2022).
Lebih lanjut Nita mengungkapkan, para pelanggannya yang merupakan wisudawan dari kampus Unisla itu tampak memadati studio fotonya sedari pukul 06.00 WIB, pagi ini. Mereka silih berganti untuk bisa mendapatkan foto terbaiknya.

Mengenai tarif foto, Nita menjelaskan, harganya cukup variatif, yakni berkisar antara Rp250 ribu sampai Rp300 ribu, tergantung permintaan dari para pelanggannya.
“Kalau paket medium Rp250 ribu dapat 10 file foto dan 2 cetak 10 R tanpa figura. Sedangkan paket yang di atasnya adalah 20 file foto dan 4 cetak tanpa figura,” jelas Nita sembari mengaku bersyukur atas berkah yang diterima di studio foto dadakannya tersebut.
Sementara itu, salah satu pelanggan di studio foto dadakan bernama Sri Wahyuni menyampaikan, pihaknya harus memboking pada sehari sebelumnya demi bisa mendapatkan foto di studio yang ia inginkan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bisnis”]
Meski begitu, lanjut Yuni, ia bersama keluarganya masih harus antre panjang di teras studio lantaran saking banyaknya pelanggan yang ingin mendapatkan foto serupa saat mengikuti wisuda.
“Padahal kemarin sudah boking dapat antrean nomer 50 dan masih antre panjang. Tapi tak apa, mau gimana lagi, hari ini adalah hari bahagia saya,” tutur wisudawati asal kampus Unisla tersebut. [riq/but]






