Surabaya (beritajatim.com) – Kampus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dipilih sebagai tempat pelaksanaan Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) Tahun 2022. Rencananya, FRI tahun ini digelar selama dua hari mulai 29-30 Oktober 2022.
Rektor Unair Prof Moh Nasih sendiri mengungkapkan ada beberapa hal krusial yang dibicarakan dalam forum ini. Untuk itu, FRI berkomitmen untuk memberikan segala solusi bagi bangsa di bidang riset maupun di bidang pendidikan.
“Di sini, kawan-kawan rektor siap untuk menyambut dan menerima semua gagasan untuk persiapan Generasi Emas 2045. Seluruh pimpinan perguruan tinggi siap menyambut dengan baik dan berkomitmen luar biasa untuk berbagai persoalan yang akan datang,” ujar Nasih, Sabtu (29/10/2022).
Sementara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengaku kedatangannya di FRI 2022 kali ini untuk mendiskusikan isu-isu yang sedang terjadi, seperti isu perubahan iklim, penanaman global, krisis pangan, krisis keuangan, hingga resesi yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2023 mendatang.
Ia juga mengatakan, ada empat hal penting yang menjadi fokus pada tahun ini, di antaranya mengenai permasalahan ketenagakerjaan dan revitalisasi pendidikan serta perancangan pendidikan vokasi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unair”]
“Saya secara khusus datang ke sini untuk bersilaturahmi sekaligus memastikan kebijakan-kebijakan tersebut telah dilaksanakan dengan baik. Presiden Republik Indonesia menyampaikan bahwa tahun depan adalah tahun yang tidak lebih baik dari tahun ini, sehingga kita harus berusaha untuk menghadapi skenario terburuk termasuk krisis pangan,” jelasnya.
“Saya juga berterima kasih kepada Rektor UNAIR karena telah mengundang saya pada hari ini,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Unair menjadi tempat pelaksanaan Konferensi FRI 2022: Konvensi XXVIII dan Temu Tahunan XXIV, yang dihadiri para pejabat tinggi negara dan 384 peserta yang terdiri atas rektor-rektor dari 345 perguruan tinggi. FRI kali ini mengusung tema ‘Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan, Energi, dan Obat menuju Indonesia Emas 2045’. [ipl/but]








