Gresik (beritajatim.com) – Bencana banjir tidak bisa ditentukan. Kalimat tersebut sangat mendalam artinya. Seperti yang dialami oleh warga Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, Gresik. Sudah delapan tahun desa ini tak pernah mengalami banjir. Namun, bencana banjir kembali terjadi tahun 2021.
Desa Cermen berdekatan dengan anak sungai Kali Lamong. Desa tersebut, cuma dibatasi dengan area persawahan. Saat Kali Lamong meluap otomatis anak sungai yang menjadi hilirnya juga turut meluap.
Siti Aliyah (50) salah satu warga Dusun Cermen RW 1 menceritakan delapan tahun lalu desanya tak pernah banjir. Tapi pada 2021 lalu banjir kembali melanda. Termasuk kemarin Senin (25/10) yang membuat dirinya kaget. Terlebih lagi tanggul penahan anak sungai Kali Lamong jebol. Sehingga membuat warga dan dirinya siap-siap mengungsi.
Perabotan rumah tangga saat kejadian banjir turut dibawa. Terutama alat masak yang ringan. Sementara perabotan lainnya seperti kulkas tetap di dalam rumah meski kebanjiran.
“Mau gimana lagi, lah wong delapan tahun tak pernah banjir. Kok banjir lagi mulai tahun lalu hingga sekarang,” ujar Siti Aliyah, Selasa (26/10/2022).
Selain mengganggu aktivitas, banjir yang melanda juga membuat warga Desa Cermen bersedih. Benih-benih padi yang baru ditanam dua bulan lalu hanyut diterjang banjir.
“Semua lahan baru saja tanam padi, termasuk sawah saya tapi hanyut dibawa air banjir,” kata Siti Aliyah.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-gresik”]
Kini perempuan satu cucu itu, cuma berharap agar tanggul segera selesai diperbaiki. Sebab, air di area sawah dan pemukiman masih tinggi. Belum lagi ketika hujan kembali datang, rasa was-was terus muncul.
Siti hanya ingin segera tidur di dalam rumahnya tanpa ada rasa was-was lagi. Bukan di tenda pengungsian. Selain dingin, warga kerap susah tidur lantaran banyak nyamuk.
“Tidak bisa tidur kalau cuaca begini, di tenda dari terpal yang mudah angin masuk,” ungkapnya.
Sementara itu, secara terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Darmawan mengatakan, terkait dengan banjir berdasarkan laporan yang masuk sebagian desa di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng sudah surut kecuali Desa Cermen.
“Untuk menanggulangi agar air banjir tidak terus naik, satu alat excavator di Desa Cermen guna melakukan pengerukan,” pungkasnya. [dny/but]






