Pacitan (beritajatim.com) – Warga RT 05 RW 07 Dusun Ngasem Desa Gembong Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan akhirnya bisa menikmati air bersih. Hal itu dikarenakan warga di lingkungan lemah abang tersebut mendapatkan program sumur wakaf dan air untuk kehidupan yang disalurkan oleh Dompet Dhuafa.
Sebelum adanya program sumur wakaf ini, warga yang terletak diperbukitan itu harus memgambil dari air sungai yang cukukp jauh. Apalagi saat musim kemarau, warga harus antre dan airnya pun tidak layak konsumsi. “Alhamdulillah dengan adanya sumur wakaf dan air untuk kehidupan ini, warga sangat terbantu sekali untuk mendapatkan air bersih,” kata salah satu warga penerima manfaat, Lulut Pribadi, Selasa (25/10/2022).
Program sumur wakaf dan air untuk kehidupan adalah pembuatan sumur dan tandon air dengan kapasitas 24 ribu liter. Saat ini pembangunan tandon sudah selesai. Sementara untuk pembuatan sumur masih dihentikan. Sebab, pembuatannya masih manual dengan cara digali dengan alat-alat manual. Sementara saat ini sudah musim penghujan, karena tempatnya yang penuh air, bisa-bisa membahayakan para penggalinya. “Masih tergali sedalam 5 meter, targetnya sampai 12 meter. Penggalian akan dilanjutkan nanti saat musim kemarau,” kata Lulut.
Meski sumurnya belum selesai dibangun, namun tandon air itu sudah bisa digunakan dan dimanfaatkan warga. Menurut Lulut, airnya mengambil dari sumber air yang ada diatas pegunungan. Sumurnya nanti digunakan saat musim kemarau, dimasukkan ke tandon dengan menggunakan pompa air.
“Tandon air ini dimanfaatkan sebanyak 55 kepala keluarga (KK), kapasitasnya bisa lebih. Warga yang rumahnya diatas tandon langsung ambil sendiri menggunakan jerigen. Sementara untuk warga yang dibawah bisa memakai pipa mandiri,” katanya.
Tandon air yang baru dibangun ini baru diresmikan pada bulan Agustus lalu. Sehingga saat selesai diresmikan langsung musim penghujan dan dapat menampung air dari sumber air yang dari atas. Lulut berharap sumur wakaf dan tandon air ini bisa mengurangi solusi kebutuhan air bersih saat musim kemarau nanti. Sebab, sebelumnya warga harus beli air bersih saat terjadi puncak-puncaknya kemarau. Pembelian air bersih merupakan iuran dari warga, 4200 liter dihargai dengan Rp 350 ribu.
[berita-terkait number=”3″ tag=”air-bersih”]
“Akses ke lingkungan watu abang sini memang sulit, dulu diwaktu musim kemarau harus beli air bersih warga. Sebab, mobil tangki milik PDAM tidak bisa menjangkau. Semoga dengan adanya program sumur wakaf ini, bisa mengatasi solusi kesulitan air bersih warga,” katanya.
Sementara itu General Manager Wakaf Dompet Dhuafa, Bobby Manulang mengungkapkan bahwa wakaf air kehidupan ini sifatnya program tumbuh. Untuk di lingkungan watu abang Dusun Ngasem ini dibangun instalasi yang paling memungkinkan bisa dibangun. Sebab kondisinya memang mendesak untuk segera dibangun sumur dan tandon air sesuai dengan letak geografisnya. “Kalau ada perubahan alam atau kemajuan teknologi akan kita lakukan penyempurnaan,” katanya.
Hal itu sangat mungkin dilakukan karena program wakaf air kehidupan ini bersifat reguler, saban tahun pasti ada. Kalau tidak menambah titik baru, bisa juga melakukan penyempurnaan kepada beberapa titik yang sudah dibangun. “Kalau perlu ada penyempurnaan atau misalnya memperdalam galian sumur atau teknologi baru yang bisa diaplikasikan ya akan kita lakukan,” pungkasnya. [end/suf]






