Mojokerto (beritajatim.com) – Ancaman inflasi juga dihadapi Kabupaten Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto mulai mempersiapkan strategi untuk menghadapi ancaman inflasi, salah satunya dengan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Ekonomi di Kabupaten Mojokerto berangsur pulih usai pandemi Covid-19 melanda pada 2020. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto sempat mengalami penurunan di angka minus 1,1 persen.
Sementara tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mampu mendongkrak ekonomi. Pada kuartal ke 2 tahun 2022, perekonomian Kabupaten Mojokerto tumbuh di angka 7,2 persen.
Meski Pemkab Mojokerto sukses mengatasi pandemi Covid-19, muncul ancaman baru yang bakal dihadapi. Ancaman tersebut adalah inflasi global.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, jika saat ini Pemkab Mojokerto tengah berupaya melakukan persiapan dalam menghadapi inflasi tersebut, salah satunya dengan pemberdayaan UMKM.
“Sebagian besar komposisi tenaga kerja di Mojokerto yakni industri kecil yaitu UMKM dan industri jasa,” ungkapnya, Rabu (19/10/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”Mojokerto”]
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini menjelaskan, jika saat ini Pemkab Mojokerto tengah mengupayakan pemberdayaan pasar. Hal itu dilakukan untuk mendukung UMKM di Kabupaten Mojokerto. Terlebih, UMKM di Kabupaten Mojokerto sangat membutuhkan pasar.
“Baik pasar konvensional maupun pasar digital. Salah satu pasar digital yang sudah disediakan Pemkab Mojokerto yakni platform Aplikasi Tumbas. Sejumlah UMKM telah mendaftar dalam aplikasi ini,” katanya.
Selain itu, lanjut orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini, para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Mojokerto juga dilibatkan untuk membeli melalui aplikasi yang disediakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tersebut.
“Karena itu adalah satu strategi dan upaya untuk memberdayakan UMKM di Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya. [tin/beq]






