Blitar (beritajatim.com) – Hujan yang melanda Blitar sejak kemarin menyebabkan dua kecamatan direndam banjir. Hingga siang ini, banjir belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Dari data yang dihimpun, banjir melanda 5 kecamatan dan 11 desa atau kelurahan dengan tinggi muka air mulai dari 20 hingga 100 cm. Kawasan yang terdampak yaitu Kelurahan Sutojayan, Kalipang, Bacem, dan Sumberjo di Kecamatan Sutojayan.
Banjir juga menerjang Desa Rejoso, Salamrejo, dan Binangun di Kecamatan Binangun. Juga di Desa Kalitengah dan Serang di Kecamatan Panggungrejo.
Selain itu, Desa Tugurejo di Kecamatan Wates dan Desa Ngeni di Kecamatan Wonotirto turut diterjang banjir.
Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso, sempat memantau dampak banjir di Kecamatan Sutojayan. Dia mengungkapkan, hampir semua kawasan di kecamatan tersebut terendam.
“Hampir semuanya rata banjirnya,” ujar Rahmat, melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Senin (17/10/2022)
Rahmat mengatakan pihaknya saat ini tengah menjalankan evakuasi kepada para korban banjir. Evakuasi diprioritaskan kepada para lansia, difabel, bayi dan ibu hamil.
[berita-terkait number=”3″ tag=”banjir-bandang”]
“Yang lansia tadi sudah banyak yang sakit karena cuaca, jadi kita siapkan itu (evakuasi dan tempat pengungsian),” kata dia.
Pihaknya juga tengah menyiapkan dapur umum. Sembari menunggu dapur umum siap, logistik makanan akan dipenuhi dari pemerintah desa.
“Sampai dapur umum siap, sementara Pak Kades sudah mempersiapkan untuk makanan dulu,” kata dia.
Di Kelurahan Sutojayan, sebanyak 179 warga saat ini telah berada di empat titik pengungsian. Keempatnya yaitu Kantor Kelurahan Sutojayan, Gedung Serbaguna, rumah bidan dan rumah warga. [beq]






