Jombang (beritajatim.com) – Dengan iringan doa dan salawat yang khusuk, Emha Ainun Nadjib atau Mbah Nun mengajak ribuan jemaah mengetuk langit, Sabtu (15/10/2022) malam. Tujuannya, agar Wonosalam khususnya dan Jombang umumnya, selamat dari badai krisis 2023.
“Perbanyak hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir. Cukuplah Allah menjadi tempat diri bagi kami, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami,” ucap Mbah Nun dibarengi ribuan jemaah berwirid dan salawat dalam acara Sinau Bareng Mbah Nun dan Kiai KLanjeng.
Sabtu malam itu memang hari yang istimewa bagi warga Wonosalam dan sekitarnya. Mbah Nun bersama Kiai Kanjeng hadir di depan ribuan jamaah Maiyah yang berkumpul di kawasan Saieda Estate Wonosalam Jombang. Dalam kesempatan itu budayawan asli Jombang itu mengingatkan bahwa Indonesia dalam kondisi sedang tidak baik-baik saja.
[berita-terkait number=”3″ tag=”emha-ainun-nadjib”]
“Gimana, lha wong negara China yang biasanya memberikan pinjaman atau hutang pada Indonesia juga dalam kondisi sulit. China sudah tidak bisa memberikan pinjaman. Pada Sisi lain Indonesia sendiri juga tidak bisa lagi berhutang dan sudah tidak kuat membayar bunga hutang tersebut,” terang Cak Nun.
Karena itu, menurut suami dari Novia Kolopaking ini, semuanya harus siap-siap ketika krisis tersebut benar-benar terjadi. Semua harus ber-swa sembada pangan sendiri. Melindungi hidup sendiri. “Karena kita tidak bisa berharap banyak adanya bantuan-bantuan pemerintah,” lanjutnya.
Menurut Cak Nun, ada modal besar warga Wonosalam dan Jombang kuat hadapi krisis 2023. “Ketahanan masyarakat yang luar biasa tersebut menjadi modal kuat untuk tetap bisa bertahan hidup di tengah badai krisis apapun. Kita ini sudah berhasil melewati berkali-kali krisis. Dan semuanya atas pertolongan dari Allah SWT,” tegasnya.

Oleh sebab itu, di malam yang cerah itu pria kelahiran Desa Mentoro Kecamatan Sumobito Jombang ini mengajak jemaah untuk memperbanyak doa. “Wis gak iso ngandalno sopo-sopo (Tidak bisa mengandalkan siapa-siapa), selain pertolongan dari Allah SWT,” anak ke-empat dari 15 bersaudara ini.
Hadir dalam acara tersebut CEO Saieda Yusron Aminulloh, Wakapolres Jombang Kompol Erika Purwana, Kepala Bappeda Jombang Danang Praptoko, anggota DPRD Jombang, seluruh Kades (Kepada Desa) di Kecamatan Wonoslam, serta ribuan masyarakat Wonosalam dan Jamaah Maiyah Jawa Timur.
Cak Nun juga memberikan apresiasi terhadap keberadaan desa. Utamanya Wonosalam yang gemah ripah loh jinawi. Menurutnya, desa menjadi masa depan kehidupan. Bukan lagi kota. Anak-anak desa dengan segala kekuatan dan kecerdasan alamiahnya, tetap mampu bertahan hidup dan menghidupi.
“Kita harus bangga karena kita memiliki kekuatan yang luar biasa tersebut. Dan Wonosalam yang memiliki sembilan desa ini luar biasa dalam menjaga ketahanan dan bertahan hidup. Harusnya pemerintah itu berterima kasih kepada anak-anak dan pemuda desa yang tadi sudah menceritakan kebanggaan masing-masing pada desanya,” sindir Cak Nun. [suf]






