Sampang (beritajatim.com) – Sekitar seratus lima puluh siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Madulang 2, Desa Maduleng, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, tidak bisa mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak seperti siswa sekolah negeri pada umumnya. Sebab, gedung sekolah yang ditempati untuk menimba ilmu, rusak dan ambruk.
Informasi yang berhasil diperoleh beritajatim.com, bangunan sekolah yang ambruk tersebut sudah berlangsung semenjal 7 Oktober 2022 lalu dan sampai saat ini belum dilakukan perbaikan.
Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Madulang 2, Muhammad Fadiluddin Thohir menjelaskan, dengan adanya kerusakan gedung sekolah tersebut, pihaknya berharap kepada pemerintah khususnya dinas terkait untuk segara turun tangan, minimal memberikan solusi dampak dari ambruknya bangunan sekolah. Agar aktivitas belajar mengajar bisa normal kembali.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sekolah-ambruk”]
Ia menambahkan, disisi lain, adanya penyegelan warga terhadap sekolah juga membuat trauma para guru dan murid. Pasalnya, tanah yang ditempati bangunan sekolah itu bukan milik pemerintah melainkan lahan perorangan warga setempat. “Tahun 2018 lalu, sekolah ini pernah disegel oleh warga, jadi masih membayangi para siswa terutama guru,” imbuhnya.
Masih kata Muhammad Fadiluddin Thohir, rata-rata bangunan sekolah kondisinya sudah rapuh dan rawan roboh. Yang lebih mengkhawatirnya musibah ambruknya bangunan saat kegiatan belajar mengajar.
Terpisah, salah satu wali murid yang engan disebut identitasnya juga berharap besar, dengan kondisi ambruknya sekolah tersebut segera mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Supaya anaknya bisa belajar dan mendapatkan hak seperti anak atau siswa yang lain. “Sebagai warga biasa kita hanya bisa berharap kondisi yang menimpa anak- anak kami dalam menempuh pendidikan bisa mendapatkan fasilitas yang layak,” tandasnya.[sar/kun]






