Malang (beritajatim.com) – Kapten Tim Persik Kediri, Arthur Daniel Irawan merasa prihatin dan bersedih atas Tragedi Kanjuruhan yang merenggut nyawa 132 orang, Sabtu (1/10/2022) lalu. Menurut Arthur, tidak seharusnya pertandingan sepakbola yang menjadi hiburan seluruh lapisan masyarakat, justru berakhir tragis.
“Saya sedih. Saya turut berduka cita bagi seluruh Aremania, Aremanita dimanapun semua. Sepakbola seharusnya bisa dinikmati anak-anak dan ibu-ibu. Saya berharap kasus Kanjuruhan ini tidak bakal terjadi lagi kedepannya di Indonesia maupun di dunia manapun,” kata Arthur, Rabu (12/10/2022) sore usai tabur bunga dan doa bersama dengan perwakilan Tim Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Menurut Arthur, kita semua insan sepakbola, mulai hari ini berharap tidak ada permusuhan lagi, saling suport satu sama lain. “Saya berdoa kedepannya lebih baik lagi, dan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”persik-kediri”]
Arthur mengaku, animo pertandingan sepakbola di Kanjuruhan memang luar biasa. “Ketika kita bertanding disini (Stadion Kanjuruhan, red), animonya sangat luar biasa. Dengan suporter dan animonya yang luar biasa. Di Indonesia nggak ada atmosfer pertandingan sepakbola yang seperti di Kanjuruhan. Tapi sedihnya, ini kan hiburan. Semestinya atmosfir itu berdampak positif. Tapi kali ini kita kehilangan banyak nyawa, banyak korban, saya berharap nggak lagi terjadi,” ujarnya.
Arthur menambahkan, soal harapan kedepan dunia sepakbola di Indonesia, dirinya berharap semua orang bisa menonton baik itu anak dan ibunya dengan nyaman. “Saya berharap kedepan siapapun yang nonton pertandingan sepakbola, bisa merasa aman dan nyaman. Ketika seorang ibu melepas anaknya nonton bola itu legowo, nyaman. Bukan ketakutan. Itu harapan saya,” tegasnya.
Arthur berharap, tragedi Kanjuruhan bisa menjadi pembelajaran seluruh pihak, bahwa sepakbola harus bisa dinikmati semua orang. “Saya berharap tragedi di Kanjuruhan ini yang terakhir kali. Dan sepakbola kedepan harus bisa memberi hal-hal yang bahagia. Harmonis, bukan berakhir dengan seperti ini,” Arthur mengakhiri. (yog/kun)






