Surabaya (beritajatim.com) – Hari Kesehatan Mental Sedunia diperingati setiap 10 Oktober. Pada dasarnya pengertian kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin manusia berada dalam keadaan tentram dan tenang.
Jika seseorang memiliki mental yang sehat, makai a akan dapat memiliki hubungan yang positif dengan orang lain.
Belakangan ini kesadaran masyarakat tentang kesehatan mental mulai meningkat. Berikut ini rekomendasi buku yang membahas tentang mental health yang bisa kamu baca untuk menambah pengetahuan tentang kesehatan mental.
1. Check Your Mental Health – Nurul Chomaria, S. Psi
Ketika kita berada pada masa remaja, tentu akan memiliki lebih banyak gejolak yang timbul. Gejolak yang timbul tersebut disebabkan oleh perkembangan dari fisik dan juga mental yang bergerak secara drastis. Padahal masa remaja adalah masa yang pendek, karena hanya ada selama 10 tahun saja.
Tanpa persiapan yang baik dan cukup maka kamu akan sulit untuk beradaptasi pada saat masa remaja. Kamu harus memiliki persiapa yang cukup, jika tidak maka akan dapat memengaruhi mental health dalam dirimu. Oleh karena itu, buku ini hadir untuk mengajak kamu agar memahami perkembangan yang terjadi pada masa remaja. Sehingga kita dapat menerima apa yang terjadi pada masa remaja secara alamiah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”buku”]
Persiapan ini diperlukan agar saat masa remaja tiba kita dapat mengerti dan mengelolanya dengan baik. Selain itu, kita juga dapat dengan mudah untuk beradaptasi dengan mental health yang kita miliki agar selalu terjaga dengan baik.
Bahkan, di dalam buku ini juga disediakan beragam tes psikologi. Semakin kamu banyak dan lengkap dalam mengisi tes psikologi yang ada di buku ini maka kamu juga akan semakin mengetahui tentang dirimu sendiri.
2. The Myth of Mental Illness – Thomas S. Szasz
E-book ini awalnya diterbitkan pada tahun 1960 oleh Thomas S. Szasz dengan tujuan untuk menyampaikan pendapatnya mengenai penyakit mental hanyalah sebuah mitos yang berbahaya jika tanpa adanya dasar yang ditunjukkan dari patologi biologis dan juga berpotensi untuk merusak konsep tanggung jawab dari manusia pada saat itu.
Argumen Szasz pada saat itu telah memicu kontroversi yang cukup besar selama lima dekade terakhir. Argumentasi Szasz mengandung gema positivisme, dualisme cartesian, filsafat pencerahan, dan menunjukkan kompleksitas sejati di jantung taksonomi psikiater kontemporer tentang bagaimana penyakit mental didefinisikan, dan siapa yang mendefinisikan hal tersebut.
Sebagai tanggapan, Profesor Szasz menekankan pandangannya bahwa penyakit mental berbeda secara mendasar dari penyakit fisik, dan bahwa kebiasaan utama yang melibatkan istilah penyakit mental adalah sebuah stigma, perampasan kebebasan, dan perampasan hak untuk diadili atas dugaan tindak pidana.
Dia menghubungkan pemenjaraan orang sakit jiwa dengan kebijakan yang telah ditentangnya dan menyatakan bahwa, dalam pandangannya satu-satunya batasan yang dikenakan karyanya pada aktivitas manusia adalah batasan pada praktik yang secara konvensional dan nyaman diberi label pelanggaran psikiater.
3. Warning: Psychiatry Can Be Hazardous to Your Mental Health – William Glasser, M.D., William Glasser, M.D.
Narkoba bukanlah jawaban untuk semua masalah mental health saat ini, dan bahwa sebenarnya banyak masalah mental health yang kita miliki saat ini dapat ditelusuri kembali ke satu sumber dari tidak bahagianya seseorang. Sementara kebahagiaan itu sendiri sulit untuk didefinisikan dan bahkan lebih sulit untuk ditemukan, kurangnya kebahagiaan tampaknya memanifestasikan masalah dalam kondisi mental kita serta tubuh fisik kita.
Pada dasarnya, Dr. Glaser percaya bahwa kita semua memiliki pilihan untuk dibuat, dan memahami pilihan-pilihan itulah yang membebaskan kita dari ikatan yang tidak bahagia. Di sini, ia memperluas pandangannya ke dalam penyakit obat-obatan psikiatri.
4. Psikologi Kesehatan Mental – Siswanto
Buku ini menjelaskan apa penyebab dari kesurupan dari perspektif mental health. Bahkan, buku ini juga membahas bagaimana perilaku dari korban setelah mengalami kesurupan tersebut. Selain itu, di dalam buku ini juga diuraikan bagaimana masyarakat menangani seseorang yang mengalami kesurupan.
Dengan hadirnya buku ini, diharapkan untuk para pembaca menjadi lebih memahami mengenai dimensi manusia atau psikologi dari kesurupan. Sehingga jika ada seseorang yang mengalami kesurupan di sekitarnya dapat di atasi dengan baik. Oleh karena itu buku ini layak dibaca oleh mereka yang terlibat dalam dunia pendidikan, konselor, rohaniwan maupun pemerhati kesehatan mental pada umumnya. Harapan utama dari buku ini adalah tercapainya derajat kesehatan mental yang lebih baik di masyarakat Indonesia.
5. Manajemen Obat dalam Keperawatan Kesehatan Kejiwaan – Stan Mutsatsa
Dalam hal ini obat-obatan juga merupakan hal yang penting dalam mental health. Seorang perawat mental health harus dapat mempertimbangkan mana obat yang sesuai untuk memberikan perawatan pada pasien dalam masa pemulihan mental health.
Sangatlah penting bagi perawat mental health untuk memahami bagaimana cara kerja dari obat-obatan dalam dunia psikiater ini. Selain itu para perawat juga harus mengetahui apa saja perawatan umum yang diberikan serta dapat menghargai dimensi etis dan obat apa yang harus digunakan oleh perawat mental healt.
Buku ini telah ditulis dan dirancang untuk menyediakan sebuah sumber informasi yang ideal untuk menjelaskan pengetahuan mengenai obat-obatan dalam perawatan mental health. Di dalam buku ini juga tersedia fitur-fitur lengkap yang akan memudahkanmu untuk menyerap materi yang ada di dalamnya.
Demikianlah rekomendasi buku tentang mental health, kamu bisa memilihnya sesuai dengan keinginan kamu. Diharapkan setelah membaca buku-buku rekomendasi tersebut dapat menambah wawasan kalian mengenai mental health dan tentunya dapat mengenali mental health pada diri kalian masing-masing. Selamat Hari Kesehatan Mental Sedunia! (eve/nap)






