Surabaya (beritajatim.com) – Sebagai manusia normal, buang air kecil atau kencing adalah hal yang alami untuk dilakukan. Kencing merupakan bagian dari limbah dan kelebihan cairan yang perlu dikeluarkan dari tubuh melalui sistem urologi, limbah ini disebut dengan urine.
Urine yang siap dibuang akan lebih dahulu ditampung pada kandung kemih. Umumnya, orang dewasa bisa menampung sekitar 450 ml urine dalam kandung kemih sebelum otak menangkap sinyal untuk segera membuang air kencing, sementara anak – anak di bawah usia 2 tahun hanya mampu menyimpan sekitar 113 ml. Kandung kemih sendiri bersifat elastis, bisa meregang ketika diisi jumlah urine yang banyak dan akan kembali ke ukuran normal ketika kosong.
Meski merupakan hal yang perlu untuk dilakukan, tidak jarang kalian berada dalam kondisi yang mengharuskan kalian untuk menahan buang air kecil, seperti saat berada di perjalanan jauh dan tidak ada kamar mandi. Akan tetapi, menahan kencing bisa berakibat buruk apabila dilakukan terus menerus.
Perlu diketahui jika semua darah yang masuk ke dalam tubuh akan disaring di ginjal. Kemudian, produk sisa metabolisme (limbah) dari darah itulah yang akan dikeluarkan melalui urine. Jika kalian menunda buang air kecil, maka urine yang menyimpan bakteri tersebut bisa meracuni metabolisme dan elektrolit tubuh sehingga menyebabkan sejumlah masalah kesehatan.
Apa saja dampaknya? Berikut ulasannya!
1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Seperti yang disebutkan sebelumnya, menahan kencing terlalu lama akan membuat penumpukan bakteri di sekitar pembukaan uretra dan lambat laun akan masuk ke dalam uretra. Kondisi ini lah yang menyebabkan terjadinya infeksi pada saluran kemih.
Selain itu, penyebab terjadinya ISK juga bisa dikarenakan kebutuhan air minum yang tidak terpenuhi. Akibatnya, kandung kemih tidak cukup penuh untuk mengirim sinyal agar kalian buang air kecil, sehingga bakteri juga akan menumpuk lebih lama di kandung kemih.
2. Inkontinensia Urine
Ketika kalian menahan buang air kecil, otomatis otot kandung kemih akan mengencang. Apabila dilakukan secara terus menerus maka kekuatan otot kandung kemih akan melemah dan mengendur, sehingga tidak elastis seperti pada normalnya. Risiko terkena inkontinensia urine akan lebih tinggi, yakni kebocoran urine sehingga kalian akan lebih sulit menahan air kencing atau biasa disebut beser.
3. Kandung kemih membengkak
Kebutuhan meminum air juga harus diseimbangkan dengan kebutuhan buang air kecil. Jika kalian menunda untuk kencing sementara kalian terus meminum air, artinya cairan dalam tubuh akan menumpuk di kandung kemih. Bukan tidak mungkin jika kandung kemih akan kelebihan muatan dan membengkak. Lebih parahnya lagi, kandung kemih yang tidak sanggup menampung urine lagi bisa pecah.
4. Batu ginjal
Endapan mineral yang tidak dikeluarkan secara teratur melalui urine membuat ginjal akan kelebihan natrium dan kalsium. Kelebihan inilah yang membentuk “batu” kecil yang disebut dengan batu ginjal.
terlalu sering bisa menyebabkan batu ginjal dan gagal ginjal. Pasalnya, batu ginjal merupakan “batu” kecil yang terbentuk dalam ginjal dari kelebihan natrium dan kalsium. Jika endapan mineral ini tidak dikeluarkan secara teratur melalui urin, maka akan membentuk batu.
5. Sistitis
Pernahkan kalian mendengar istilah anyang – anyang? Yaitu kondisi di mana buang air kecil terasa sakit dan panas, rasanya pun seperti ingin terus menerus kencing namun urine yang dikeluarkan hanya sedikit. Kondisi ini juga disebut dengan sistitis, yang mana salah satu penyebabnya adalah terlalu lama menunda buang air kecil.
Sistitis adalah infeksi, apabila disertai gejala lain seperti demam dan urine berwarna merah artinya infeksi sudah sangat parah dan harus segera ditangani oleh dokter.
6. Sakit pinggang
Selain berbahaya bagi organ – orang pada saluran kemih, menahan kencing juga berpengaruh pad pinggang kalian. Saat kandung kemih sudah hampir penuh, saraf pada organ tersebut akan mengirim sinyal ke otak sehingga kalian akan “kebelet” kencing. Namun, jika kalian menahannya artinya tubuh berusaha melawan sinyal yang ingin disampaikan ke otak. Tubuh pun akan bergidik dan bagian perut terasa penuh sehingga mengakibatkan rasa sakit.
Jika menahan terlalu lama, rasa nyeri akan menjalar ke bagian bawah perut dan pinggang. Ini karena otot pada kandung kemih dan ginjal yang terus menegang.
Jangan sepelekan, menunda kencing akan berakibat buruk bagi kesehatan, terutama dalam jangka panjang. Usahakan untuk membuang air kencing secara teratur agar metabolisme tubuh berjalan dengan normal. (mnd/ian)






