Probolinggo (beritajatim.com) – Dua orang pemuda warga Kabupaten Probolinggo turut menjadi korban meninggal dunia atas tragedi kerusuhan suporter sepak bola antara Arema vs Persebaya, di stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/9/2022) petang.
Keduanya yaitu Rifki Dwi Yulianto (19), warga Dusun Krajan, Desa Maron Wetan, Kecamatan Maron, dan Abian Hasiq Rifai berumur (18) warga Kelurahan Kandang Jati Kulon Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo.
Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Ardya Khadafi mengatakan, turut berduka cita dan berbela sungkawa atas meninggalnya dua orang pemuda asal Kabupaten Probolinggo itu.
“Hari ini saya datang bersama unsur TNI Kodim 0820 Probolinggo dan Ketua KONI Kabupaten Probolinggo melakukan takziah ke rumah duka almarhum Rizki Dwi Yulianto,” katanya, Minggu (2/9/2022).
Kapolres Probolinggo mendoakan semoga almarhum ditempatlan di sisi terbaik Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Ia juga menyebut bahwa tragedi kerusuhuan suporter pertandingan Arema menghadapi Persebaya itu merupakan sebuah musibah yang tidak diinginkan oleh pihak manapun.
[berita-terkait number=”4″ tag=”arema-vs-persebaya”]
“Untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kami telah berkoordinasi dengan KONI Kabupaten Probolinggo untuk mongkoordinir terkait pengerahan suporter sehingga para suporter nantinya tau langkah-langkah untuk menyelamatkan dirinya,” ucap Kapolres Probolinggo.
Lebih lanjut Arsya mengkonfirmasi bahwa baru terdata dua korban meninggal dunia dari Kabupaten Probolinggo dalam peristiwa di Stadion Kanjuruhan Malang itu.
“Saat ini baru terdata dua yang meninggal dunia. Satu Rifki warga asal Maron, dan satu lagi warga Kraksaan atas nama Abian Hasiq Rifai berumur 18 tahun. Untuk korban luka-luka memang ada beberapa jadi kami meminta untuk melapor ke kepolisian terdekat sehingga dapat diberikan perawatan secara intensif,” tutur Kapolres Probolinggo. [tr/but]






