Surabaya (beritajatim.com) – Media sering menemukan beberapa hal menarik sehingga viral. Sebuah video muncul mengenai orang tua membakar koleksi album Kpop anaknya.
Video yang muncul pada media sosial TikTok dengan nama @cikatien langsung viral di media sosial sebelum dihapus si pemilik akun. Setelah itu, video kembali muncul atau viral di media sosial pada unggahan ulang akun Twitter @tinybamtyun.
Tentu saja, video itu mendapat berbagai tanggapan dari netizen. Beberapa ada yang sedih, namun tidak sedikit yang setuju dengan tindakan sang orang tua. Bukan hanya di Indonesia, video ini sempat viral dan tersebar pada berbagai media, bahkan media Korea Selatan.
Kronologi video viral orang tua membakar koleksi album dan merchandise Kpop anaknya yang berusia 14 tahun. Sang anak merupakan warga dari Malaysia yang menyukai grup Kpop.
Kabarnya, sang anak sudah menabung dan mengoleksi album serta merchandise Kpop selama tiga tahun. Namun, sang ayahnya tidak suka semua hal yang berkaitan dengan Kpop. Maka dari itu, dia ingin sang anak membuang semua koleksi albumnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”korea”]
Sang anak mengatakan bahwa ayahnya adalah sosok yang saleh sehingga dia tidak suka hiburan atau hal semacam Kpop). Dia memang mengaku sedih ketika mengetahui koleksi album Kpop miliknya dibakar oleh orang tua.
Hal ini disebabkan koleksi album Kpop itu bukanlah sesuatu yang murah bahkan ada banyak yang merupakan pemberian teman-temannya. Walaupun begitu, sang anak tidak ingin terlalu larut dengan kesedihannya
Usaha yang dilakukan demi membeli barang-barang yang dia sukai adalah dengan menjual buku mewarnai serta menabung dari uang jajannya.
Sang anak menambahkan bahwa dida saudara perempuannya yang berusia 16 tahun memang tertarik dengan Kpop, namun keduanya tidak menunjukkan minat itu kepada sang ayah. Hal itu dilakukan karena mereka mengetahui sifat ayahnya sehingga mereka menghormati itu.
Sang anak merasa berterima kasih kepada netizen yang sudah menunjukkan rasa simpati padanya ketika melihat video viral itu. Dia menambahkan bahwa sang anak sudah merasa ikhlas bahkan dia tidak mau hal yang dilakukan ayahnya menjadi bahan hinaan atau komentar negatif oleh netizen. (prd/nap)






