Tuban (beritajatim.com) – Pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang berkaborasi dengan Ikatan Alumni Universitas Airlangga dan juga Pemkab Tuban menggelar bakti sosial berupa Pasar Murah dalam rangka serangkain Hari Jadi ke 77 Tahun Provinsi Jawa Timur dan HUT Emas Ke-50 Ikatan Alumni Universitas Airlangga (Unair) Sabtu (24/9/2022).
Kegiatan Pasar Murah tersebut yang berlangsung di lapangan Gedung Olahraga (GOR) jalan Sunan Kalijogo, Kota Tuban diserbu oleh warga Tuban. Pasalnya beberapa bahan kebutuhan pokok seperti Telur dan juga Bawang dijual dengan harga yang jauh dari harga umum di pasaran.
Pantauan beritajatim.com di lapangan, kegiatan Pasar Murah tersebut menjual berbagai kebutuhan pokok yang sering dicari oleh warga masyarakat. Diantaranya Bawang Merah, Bawah Putih, Telur, Ikan Segar, Daging Ayam serta terdapat beras yang bagikan secara gratis untuk mereka yang telah melakukan pembelian di atas Rp 50 ribu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-tuban”]
Untuk harga Bawang Merah di kegiatan tersebut dijual dengan harga Rp 24.000 per kilo, Bawang Putih Rp 19.000 per kilogram dan untuk Telur di jual dengan harga Rp 22.000 per kilogramnya. Yang mana untuk harga Telur sendiri di pasaran masih dijual dengan harga kisaran Rp 26.000 ribu.
“Ini harga Telur lebih murah dari pada di luar. Jadi ini kita langsung ikut beli. Terus ini juga dapat voucher setelah pembelian Rp 50 ribu untuk ditukarkan beras gratis,” kata Ayu, salah satu warga yang ikut memborong Telur di kegiatan pasar murah itu.
“Ini sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi Pemprov Jatim dan IKA Unair untuk memberikan penguatan daya beli masyarakat, supaya kenaikan harga BBM ini tidak memberikan dampak serius bagi daya beli masyarakat,” jelas Gubernur Jawa Timur setelah kegiatan itu.
Menurut Khofifah, Pasar murah adalah bagian dari ikhtiar untuk memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat dalam rangka pengendalian inflasi terutama akibat dampak kenaikan BBM. Sehingga pihak Pemprov Jatim sudah menyiapkan ratusan miliar untuk program perlindungan sosial.
“Saya keliling dimana-mana format seperti ini kita lakukan, Pemprov Jatim sendiri menyiapkan Rp 257 miliar program perlindungan sosial. Saya berharap kegiatan pasar murah seperti ini bisa memberi akses lebih mudah dan lebih murah untuk bisa memberikan stabilisasi kekuatan daya beli masyarakat, terutama dampak dari kemungkinan potensi inflasi dan kenaikan BBM,” sambungnya.
Sementara itu, dalam kegiatan itu Gubernur juba melakukan penyerahan bantuan Asistensi Sosial Penyandag Disabilitas (ASPD) kepada 4 orang penerima dan juga pemberian bantuan Program Stunting kepada 10 orang balita penerima. Selain itu juga diserahkan bantuan zakat produktif kepada pelaku usaha ultra mikro untuk 70 orang penerima masing-masing menerima Rp 500.000 serta bantuan beasiswa untuk para pelajar di Tuban.[mut/kun]







