Jember (beritajatim.com) – Setelah memperbaiki infrastruktur jalan ribuan kilometer, Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, memiliki pekerjaan rumah lain yang tak kalah penting, yakni memperbaiki bangunan sekolah yang rusak parah.
Jumlahnya tak sedikit. Bupati Hendy Siswanto menyebut, masih ada seratus sekolah dari 906 sekolah yang rusak berat. “Kami perlu melakukan perbaikan cepat. Kami akan atur anggaran untuk hal tersebut,” katanya, saat mengunjungi SDN Jamintoro 3, di Kecamatan Sumberbaru, Jumat (23/9/2022).
Salah satu sekolah yang sudah yang diperbaiki adalah SDN Jamintoro 3 dan yang akan diperbaiki adalah SMP Negeri 05 Silo di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Dua sekolah tersebut mengalami kerusakan karena penyebab berbeda.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
SDN Jamintoro adalah sekolah dasar yang dibangun berdasarkan instruksi presiden pada 1987. Sekolah tersebut masuk kategori sekolah terpencil yang hanya memiliki tiga ruang kelas yang diperuntukkan untuk pemerataan pendidikan bagi masyarakat di daerah terpencil.
Usia membuat kondisi bangunan sekolah lapuk. Lama tidak diperbaiki dan dirawat, bangunan sekolah itu mengalami kerusakan parah. Akhir 2017, pihak sekolah memutuskan untuk membongkar atap dan genteng tiga ruang kelas yang rusak.
“Kondisi bangunannya memprihatinkan dan khawatir membahayakan guru dan murid, akhirnya (genteng-genteng dan atap) diturunkan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Jember Suko Winarno.
Dengan jumlah 60 orang siswa saat itu, pihak sekolah tak punya pilihan selain menggelar kegiatan belajar mengajar di luar sekolah. Kegiatan belajar mengajar pun dilaksanakan di sejumlah lokasi. “Pihak sekolah berkomunikasi dengan masyarakat sekitar. Belajar mengajar ditempatkan di musala, rumah penduduk,” kata Suko.
Awal 2021, anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bergotong royong menyiapkan ruang kelas kecil. “Ruang itu sebetulnya ruang kepala sekolah.” kata Suko.
Kondisi SDN Jamintoro 3 yang memprihatinkan itu membuat jumlah siswa berkurang drastis. Tahun ini, tersisa 27 orang anak yang belajar di sana. Kondisi SDN Jamintoro 3 ini pun sempat viral di media sosial.
Pemerintah Kabupaten Jember kemudian mengalokasikan anggaran renovasi bangunan sekolah pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2022. Ada tiga ruang kelas baru yang dibangun menggantikan ruang kelas yang sudah bobrok. “Tinggal ruang guru yang belum diperbaiki. Kondisinya juga parah. Insya Allah tahun depan kami anggarkan perbaikannya,” kata Suko.
Suko berharap dengan perbaikan tersebut, SDN Jamintoro 3 bisa bangkit kembali. “Nantinya bisa kembali seperti dulu lagi. Sekarang sudah memenuhi syarat untuk kegiatan belajar mengajar,” katanya.
Bupati Hendy Siswanto meminta maaf kepada warga karena Pemerintah Kabupaten Jember bisa memperbaiki Sekolah Dasar Negeri Jamintoro 3, Kecamatan Sumberbaru, setelah lima tahun terabaikan. “Selama lima tahun sekolah ini ambruk, dan mereka (para siswa) bersekolah memakai tenda dan numpang di musala dan rumah warga. Saya mohon maaf, baru sekarang Pemkab Jember hadir untuk memperbaiki SDN Jamintoro 3 ini,” katanya.
Sementara itu, SMP Negeri 5 Silo rusak karena diterjang banjir bandang pada medio 2020. Dua ruang kelas dan ruang kantor rusak. “Sejak tahun 2020 itu setelah terkena banjir, belum pernah dilakukan renovasi,” kata Suko Winarno.
Letak sekolah ini terpencil dan hanya memiliki 14 orang siswa. “Namun aktivitas belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Warga sekitar malah banyak yang bersekolah di Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, karena kondisi gedung (SMP Negeri 5 Silo) yang tidak memadai,” kata Suko.
Tim survei Dinas Pendidikan Jember sudah mendatangi SMPN 5 Silo pada 5 September 2022. Tim survei terdiri dari Kepala Bidang Pembinaan SMP, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, dan staf Dispendik. “Tim survei ini melihat sejauh mana kerusakan di sana dan dicarikan solusi untuk perbaikannya. Rehab berat ruang kelas belajar rencananya masuk usulan perencanaan Dispendik pada tahun anggaran 2023,” kata Suko. [wir/kun]





