Bojonegoro (beritajatim.com) – Pasangan suami istri di Kabupaten Bojonegoro ini membuka usaha bank sampah. Mereka membuka usaha penukaran sampah dengan logam mulia. Usaha untuk turut menjaga emisi bumi dari tumpukan sampah itu mulai dirintis sejak 2021.
Oki Sepma (30) warga RT 11 RW 02 Gang Mawar Desa Kauman Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro bersama istrinya, Apvika Nurhayati mulai memiliki ide untuk membuka bank sampah ini berangkat dari melihat kondisi sekitarnya yang banyak tumpukan sampah.
“Selain mengangkat isu kepedulian lingkungan, sebelumnya mulai 2019 juga sudah jualan emas. Sehingga kita gabungkan jadi Bank Sampah Rayasa ini,” ujar Oki, Kamis (22/9/2022).
Beberapa jenis sampah yang bisa ditukar diantaranya, sampah buku, kertas HVS, botol, dan plastik daun. Sampah-sampah tersebut nantinya akan didaur ulang untuk dimanfaatkan menjadi barang jadi. “Sampah yang terkumpul tidak dijual lagi, tapi didaur ulang misalnya untuk pot bunga,” ujar Apvika.
Saat ini, Bank Sampah Rayasa itu sudah punya sekitar 60 member. Para member yang setor sampah kemudian dicatat dalam buku tabungan. Setelah berat akumulasi sampah yang disetor memenuhi harga emas atau logam mulia itu, baru bisa ditukarkan. “Dari pada membuang sampah di TPA, bisa disetor ke bank sampah dan mendapat emas atau uang juga bisa,” terangnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sampah”]
Sekadar diketahui, untuk bisa mendapat emas minigold seberat 0,01 gram, maka bisa menabung sampah kertas sekitar 10 kg. Untuk sampah botol setara dengan 20 kg. Sedangkan untuk sampah plastik daun lebih banyak lagi karena selain tipis juga harganya murah. “Jika tabungan sampahnya sudah terkumpul hingga senilai Rp250 ribu bisa ditukar logam mulia seberat 0,25 gram dan otomatis mendapat bonus logam mulia seberat 0,01 gram,” terangnya.
Pasangan suami istri yang mendirikan Bank Sampah Rayasa pada 25 Maret 2021 itu awalnya juga mendapat banyak cibiran karena mengurusi sampah. “Padahal yang menjadi member itu, juga banyak dari orang-orang kaya. Tapi memang mereka yang peduli terhadap lingkungan,” pungkasnya.
Arika Hutama, perempuan asal Desa Klangon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro baru gabung untuk menabung sampah di Bank Sampah yang memiliki moto Tukar Sampahmu Jadi Emas itu. Ia mengaku tertarik karena produksi sampah plastik dari keluarganya sendiri tidak bisa dihindari. “Dari pada dibuang di tempat sampah, saya kumpulkan untuk ditukar emas,” terangnya. [lus/kun]






