Surabaya (beritajatim.com) – Sebagian masyarakat mempercayai bahwa Rabu Wekasan atau hari Rabu terakhir yang jatuh di bulan Safar (bulan kedua dalam penanggalan Hijriyah Islam) sebagai hari yang penuh bala (kemalangan). Kepercayaan tersebut akan dengan mudah kamu temui di kalangan masyarakat Jawa pada khususnya. Pada tahun ini, Rabu Wekasan jatuh pada tanggal 21 September.
Dalil
Meski begitu, ulama berbeda pendapat perihal ini. Salah-satu ulama yang mempercayai hari Rabu Wekasan sebagai hari dimana Allah menurunkan banyak bala, adalah Syekh Abdul Hamid Quds. Dalam bukunya, ‘Kanzun Najah Was Surur fi Fadhail Al-azmina wash-shuhur, ia menulis, Rabu Wekasan adalah hari pertama dimana Allah menurunkan 320 ribu bala untuk setahun.
Di dalam Alquran, memang terdapat ayat yang mengidentifikasi adanya kesialan atau bala. Tertera dalam Alquran Surat Al-Qamar ayat 18-20 :
‘Kaum ‘Aad pun mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Sesungguhnya, Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus-menerus, yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok kurma yang tumbang.’
Imam al-Baghawi di tafsir Ma’alim al-Tanzil, menceritakan bahwa kejadian itu terjadi tepat pada hari Rabu terakhir bulan Safar. Yang kini dikenal oleh masyarakat Jawa sebagai hari Rabu Wekasan.
Amalan
Untuk mencegah kesialan yang terjadi di hari Rabu Wekasan, terdapat amalan-amalan yang cukup populer, diantaranya:
[berita-terkait number=”4″ tag=”doa”]
1. Melakukan sholat sunnah 4 rakaat dua salam
Sholat yang maksud di sini adalah sholat sunnah pada umumnya, bukan sholat yang diniatkan untuk hari Rabu Wekasan. Setelah niat, dianjurkan membaca surat al-fatihah, lalu surat al-Kautsar 17 kali, surat al-Ikhlas 5 kali, al-Falaq dan an-Nas sekali di setiap rakaat. Tujuan dilakukan shalat ini adalah untuk lebih dekat dengan Allah dan agar dihindarkan dari bala.
2. Memperbanyak sedekah
Sedekah menjadi anjuran dalam Islam untuk terhindar dari kesialan. Salah-satu hadis yang diriwayatkan Thabrani berbunyi:
‘Bersegeralah untuk bersedekah sebab bala bencana tidak bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitan yang kamu lalui dengan sedekah. Bersedekah itu merupakan sesuatu yang ajaib. Sedekah juga menolak 70 macam bala bencana yang paling ringan adalah menolak penyakit sopak dan kusta’ HR. Thabrani. (Jhn/ian)






