Madiun (beritajatim.com) – Kepulangan Muhammad Agung Hidayatullah (21) sempat disambut baik oleh Suprihatin dan Jumanto. Kedua orang tua pemuda yang sehari-hari berjualan es itu sudah hampir selamatan. Namun, mereka justru terkejut ketika ada berita yang menyatakan jika Agung justru jadi tersangka.
Jumanto (49) orang tua MAH kepada wartawan yang menunggu di depan rumahnya sejak pagi mengaku anaknya pergi sebentar untuk bertemu temannya. Ditanya soal anaknya yang ditetapkannya sebagai tersangka saat ini, dirinya mengaku tidak tahu.
Menurut keterangan Juru Bicara Divisi Humas Polri Kombes Ade Yaya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/9/2022) MAH ditetapkan sebagai tersangka dan diproses oleh timsus.
Dalam keterangannya, Ade menjelaskan peran MAH yaitu menyiapkan channel Telegram bernama ‘Bjorkanism’. MAH disebut mem-posting sebanyak tiga kali di channel Telegram tersebut.
“Tanggal 8 September 2022, ‘stop being idiot’. Tanggal 9 September 2022, ‘next leak from president’. Tanggal 10 September 2022, ‘I will publish data MyPertamina soon’,” ujar Ade dikutip beritajatim.com dari kanal youtube resmi milik Mabes Polri, Jumat (16/09/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”hacker”]
MAH disangka membantu Bjorka menjadi terkenal, tim turut mengamankan satu unit kartu SIM, dua unit ponsel, dan KTP tersangka.
“Motif tersangka membantu Bjorka untuk terkenal,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan MAH ditangkap polisi dan diperiksa di Mapolsek Dagangan. Namun, ia kemudian dipulangkan ke rumah orang tuanya di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun sebelum akhirnya diamankan kembali. [fiq/but]






