Surabaya (beritajatim.com) – Setiap orang memiliki mimpi dan cita-cita yang ingin diraih. Meski telah berikhtiar untuk mencapainya, ada kalanya hajat tersebut belum terkabul.
Tak perlu sedih dan berkecil hati ketika impian itu belum menjadi kenyataan. Lalu, apa yang harus dilakukan ketika menghadapi hal ini?
Islam mengajarkan berbagai doa dalam kehidupan sehari-hari. Meski tak sesuai dengan harapan, selalu ada hikmah yang bisa diambil dalam hal ini.
Selain itu, ada doa yang bisa dipanjatkan kepada Allah SWT ketika hajat belum juga terkabul.
[berita-terkait number=”5″ tag=”doa”]
Melansir dari laman NU Online, berikut ini bentuk ungkapan doa dan pujian kepada Allah yang termaktub dalam kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali (Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439-1440 H], juz I, halaman 409).
الحَمْدُ لِلهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
Alhamdulillāhi ‘alā kulli hālin.
Artinya: “Segala puji bagi Allah atas segala hal.”
Sayyid Muhammad Az-Zabidi dalam Kitab Ithafus Sadatil Muttaqin (Syarah Ihya Ulumiddin) mengatakan, hadits ini diriwayatkan oleh Al-Hakim dari Sayyidatina Aisyah ra dan Ibnu Majah. (Az-Zabidi, Ithaf, [Beirut, Muassasatut Tarikh Al-Arabi: 1994 M/1414 H], juz V, halaman 105).
Menurut Az-Zabidi, doa tersebut secara umum merupakan pujian kepada Allah ketika menyaksikan sesuatu yang kurang disukai.
Namun, doa ini juga dapat dibaca ketika ada hajat belum terkabul, belum sembuh dari penyakit, atau berbagai kenyataan lainnya yang belum sesuai harapan dan doa. (nap)






