Surabaya (beritajatim.com) – Tahukah kamu dimana pabrik sirup pertama di Indonesia? Mungkin bagi banyak orang masih belum tahu mengenai hal ini. Pabrik sirup pertama di Indonesia berada di Surabaya. “Pabrik Limoen J.C. van DRONGELEN & HELLFACH.” Itulah yang kini dikenal umum dengan Pabrik Sirop Siropen terkenal dengan nama Siropen Telasih. Sirop ini salah satu peninggalan Belanda yang bertahan hingga kini.
Didirikan oleh J.C. van Drongelen pada tahun 1923, pabrik sirup pertama di Indonesia. Bangunan pabrik ini sempat beberapa kali berpindah tangan. Pada tahun 1942 diambil alih oleh Jepang. Setelah pendudukan oleh Jepang selesai, pabrik dikuasai kembali oleh Belanda hingga ada program nasionalisasi 1958, yaitu semua perusahaan Belanda diambil alih oleh Indonesia.
Tahun 1962, diserahkan ke Perusahaan Industri Daerah Makanan dan Minuman yang dilebur menjadi P.D Aneka Pangan tahun 1985. Akhirnya, pada tahun 2002 masuk PT. Pabrik Es Wira Jatim yang merupakan holding company dari PT. Panca Wira Usaha Jawa Timur.
Gunarsih, penanggung jawab Pabrik Siropen membenarkan mengenai pabrik ini merupakan peninggalan Belanda yang setelah itu di ambil oleh pemerintah provinsi tingkat 1. Dirinya juga memberitahu bahwa bangunan pabrik ini masih sama sejak di bangunnya pabrik ini, hanya ada beberapa renovasi sedikit.
“Pabrik ini memang merupakan peninggalan zaman Belanda. Bangunan yang di sini pun juga tidak berubah sejak dulu. Hanya ada beberapa renovasi,” katanya.
Wanita satu ini juga menjelaskan mengenai produk dari Pabrik Siropen. Ada 3 jenis sirup yang di produksi yaitu Telasih, Premium, dan Gourmet. Untuk Telasih di jual dengan harga 25 ribu, Premium dengan harga 35 ribu, dan Gourmet dengan harga 80 ribu. Dan memiliki beberapa rasa yang berbeda.
“Sirup Telasih dijual dengan harga 25 ribu. Dengan rasa mawar, frambozen, vanilla, strawberry, leci, melon, cocopandan. Sirup Premium dijual dengan harga 35 ribu. Dengan rasa delima, mawar, manggis, frambozen, leci, blueberry, dan anggur. Sedangkan, Sirup Gourmet dijual dengan harga 80 ribu. Dengan rasa karamel, hazelnut, vanilla, leci, mojito mint, bluecuracao, dan tiramisu. Khusus untuk Gourmet untuk diperjualbelikan ke cafe-cafe,” jelasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sejarah”]
Dalam sehari pabrik ini bisa memproduksi sekitar 500 botol. Dalam mendistribusikannya, Pabrik ini menggunakan tenaga kurir dalam mengantarkan sirup-sirup ke konsumennya. Konsumen dari pabrik ini adalah beberapa toko-toko menengah ke atas dan juga ritel besar.
“Satu hari kami bisa memproduksi sekitar 500 botol. Kami mendistribusikan sirup kami dengan menggunakan kurir-kurir kami yang akan mengantarkan ke toko-toko dan ritel besar seperti lotte mart,” bebernya.
Gunarsih berharap agar pabrik ini bisa tetap di promosikan oleh banyak orang. Dengan semakin banyaknya kunjungan ke pabrik tersebut akan menambah popularitas dari pabrik legendaris ini.
“Saya berharap agar banyak orang yang mempromosikan pabrik ini ke masyarakat. Sehingga banyak orang paham akan sejarah dan latar belakang dari pabrik sirup pertama di Indonesia ini,” Tutupnya. (dae/ian)






