Surabaya (beritajatim.com) – BEM Nusantara Jawa Timur (BEMNus Jatim) yang terdiri dari 125 kampus turun ke jalan untuk menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Selain itu, mereka juga menuntut SKK migas Jabanusa agar melakukan penyelenggaraan dan pengelolaan kegiatan usaha hulu dan minyak bumi.
Syahrul Ihza Ramadhan, koordinator daerah BEM Nus Jatim menjelaskan jika SKK Migas Jabanusa harus memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat lewat serapan potensi.
Lebih lanjut, kata Syahrul Ihza, aksi itu disentralkan di Surabaya untuk bottom up isu dan menyampaikan rekomendasi dari daerah lain di seluruh Jawa Timur.
“Pada aksi jumat ini kami menghadirkan ketua bem dari tiap universitas di seluruh jawa timur yang merupakan representasi seluruh mahasiswa di kampusnya masing-masing, dan jika tuntutan rekomendasi yang sudah kami ajukan tidak diindahkan oleh skk migas maka kami akan melakukan aksi dengan masa yang jauh lebih banyak dari mahasiswa di 38 kota atau abupaten” terang Syahrul pada Sabtu (10/9/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”kenaikan-harga-bbm”]
Moch Choirul Anam, korlap aksi menjabarkan beberapa rekomendasi menjadi poin tuntutan BEM Nus Jatim. Pertama, kata dia, menuntut SKK Migas membuat usulan kebijakan strategis dan rencana kerja dalam rangka penyelenggaraan dan pengelolaan kegiatan usaha hulu dan minyak bumi agar serapan potensi dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
“Kedua, SKK Migas harus berkomitmen meningkatkan peran industri hulu migas dalam perekonomian nasional.” Imbuhnya.
Ketiga, SKK migas juga harus turut andil bertanggung jawab akan terpenuhinya pasokan minyak dari hulu ke hilir demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat. Hal itu, kata Choirul, demi kesejahteraan masyarakat Jawa Timur khususnya. [dan/beq]






