Massa dari IMM Ponorogo menggelar aksi di depan gedung DPRD Ponorogo. (Foto/Endra Dwiono)
Ponorogo (beritajatim.com) – Puluhan massa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ponorogo, menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Ponorogo. Di depan kantor wakil rakyat itu, para mahasiswa menyuarakan suara masyarakat terkait penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Mereka melakukan teatrikal, seolah seorang wakil rakyat malah merayakan ulang tahun, disaat rakyat lagi demo menolak bbm. Selain melakukan teatrikal, massa mahasiswa berjas merah itu, juga membentangkan poster-poster berisikan penolakan kenaikan pertalite dan bio solar.
[berita-terkait number=”5″ tag=”demo-bbm”]
“Apa yang kita lakukan ini, mewakili keresahan masyarakat terhadap kenaikan harga BBM subsidi,” kata Ketua IMM Ponorogo, Agil Nugroho, saat ditemui awak media di sela-sela demo, Kamis (8/9/2022).
Teman-teman IMM, kata Agil tidak asal saja melakukan demonstrasi menolak kenaikan BBM subsidi ini, sebelumnya mereka sudah melakukan survei di masyarakat. Dari 240 responden, sebanyak 80 persen jawabannya menolak kenaikan BBM. Ya, Pemerintah pada Sabtu (3/9) lalu menaikan harga bbm subsidi sebanyak 23 persen. “Kita sudah melakukan survei di masyarakat, dari 240 responden, sebanyak 80 persen menolak kenaikan harga BBM subsidi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, massa juga menginginkan pemerintah memberikan pengawasan yang ketat terhadap peredaran BBM. Selain itu, Pemerintahan di era Jokowi ini juga harus melakukan evaluasi terhadap aplikasi My Pertamina. Menurut IMM Ponorogo, aplikasi tersebut menyulitkan masyarakat untuk memperoleh BBM subsidi. “Harus ada pengawasan yang ketat terkait peredaran BBM ini,” katanya.
Wakil rakyat yang ada di DPRD Ponorogo, kata Agil, harus meneruskan tuntutan aksi IMM Ponorogo ke tingkat pusat. Jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti, bukan tidak mungkin akan kembali menggelar lagi aksi unjuk rasa yang lebih banyak lagi.
“Kita ingin suara kita didengar oleh Pemerintah Pusat. Kalau tuntutan ini tidak ditindaklanjut, kita siap melakukan unjuk rada lagi, dengan massa yang lebih banyak. Yakni dengan aliansi mahasiswa Ponorogo,” pungkasnya. (end/kun)






