Sidoarjo (beritajatim.com) – Malam sastra dan orkestra memeriahkan Festival Seni Munali Patah (FSMP) hari ketiga, di Dekesda Art Center, Sidoarjo, Selasa (6/9/2022). Belasan tampilan disajikan, mulai dari pembacaan puisi, musikalisasi puisi, orasi budaya, dan musik orkestra.
Rafif Amir, Ketua Komite Sastra Dekesda, menyatakan bahwa para penampil rata-rata mewakili komunitas sastra di Sidoarjo. Beberapa yang lain tampil sebagai individu. Misalnya Malam Puisi Sidoarjo, FLP Sidoarjo, Gistara AP Umsida, Aksa, Teater Lampah, Komunitas ARAR, Karya Puspita, Pena Perajut Aksara, Axia Paramita, dan Cak Nur Azis Asmuni.
Di tengah pertunjukan sastra, FSMP menampilkan musik dari Orkestra Biola Kompas. Mereka berkolaborasi dengan paduan suara dari SMP Negeri 5 Sidoarjo. Sayatan biola dan alunan vokal paduan suara membuat malam kian syahdu. Beberapa lagu daerah diaransemen ulang sehingga terasa lebih segar.
Bukan sekadar pertunjukan sastra dan seni, Festival juga menampilkan pidato kebudayaan. Dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Detak Prapanca menyampaikan orasi berjudul “Derak Seni Budaya Sidoarjo dengan Prinsip Pemikiran dan Kajian Manajemen Futuristik”. Dia melihat seni dan kebudayaan dari perspektif ilmu manajemen.
“Kesenian juga perlu dimanajemen dengan baik. Namun tanpa mengekang kreativitas,” terangnya.
Setelah orasi budaya, acara dilanjut kembali dengan musikalisasi puisi. Salah seorang penampil menyebut bahwa acara musikalisasi puisi selalu ia tunggu-tunggu.
“Terima kasih Dekesda sudah menyelenggarakan acara ini, sebagai panggung bagi teman-teman komunitas sastra,” ungkap Ferdi Afrar dari Komunitas Malam Puisi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”dekesda”]
Rafif Amir menuturkan, di tempat yang sama, sore hari dilaksanakan peluncuran 15 buku dari para penulis Sidoarjo. “Tujuannya sebagai bentuk apresiasi, informasi, dan promosi buku-buku karya teman-teman yang terbit di tahun 2022,” kata Rafif Amir. [but]







