Surabaya (beritajatim.com) – Kehidupan di era yang serba cepat dan kemudahan. Ketika sedang mengalami kegiatan online dan offline bersamaan besar kemungkinan kita melakukan sesuatu yang disebut dengan multitasking.
Bagi sebagian orang memang terkesan sesuatu hal yang baik ketika memiliki kemampuan multitasking atau melakukan banyak hal dalam satu waktu. Namun, siapa sangka bahwa kemampuan itu memberikan dampak menurunkan kinerja otak atau level kecerdasan dari sejumlah studi.
Kita tidak dapat menyamakan otak dengan komputer yang dapat melakukan berbagai program dalam waktu bersamaan. Lain halnya dengan komputer yang mampu mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Otak yang terus menerus dipaksa untuk mengerjakan segala sesuatu secara bersamaan dapat menurunkan fokus.
Selain itu, ada penelitian yang menyebutkan bahwa ketika seseorang melakukan multitasking secara terus menerus, maka dapat berkorelasi dengan rendahnya kecerdasan emosional.
Di samping itu, fakta lainnya dari kegiatan multitasking ketika melakukan tugas kognitif contohnya, tempat kerja memicu penurunan level IQ sebesar 10 bahkan 15 poin.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sepakbola”]
Nyatanya efek dari multitasking setara dengan tidak tidur pada malam sebelumnya. Maka dari itu, ada dampak para penurunan produktivitas. Ada yang beranggapan bahwa seseorang mengatakan kalau kita melakukan multitasking berarti sebenarnya terjadi kita hanya sedang bolak-balik mengganti satu pekerjaan dengan yang lain. Awalnya kita ingin menyelesaikan pekerjaan lebih cepat bahkan kehilangan fokus.
Pada otak manusia, multitasking mampu mengelola fungsi eksekutif mental. Manfaat dari fungsi eksekutif dapat mengontrol dan mengelola proses kognitif menentukan bagaimana, kapan, hingga tugas-tugas lainnya.
Ada dua tahap proses kontrol eksekutif yaitu “goal shifting” atau memutuskan melakukan satu hal daripada lainnya dan tahap kedua dikenal sebagai “aktivasi peran” mengenai perubahan dari aturan pada tugas sebelumnya ke aturan tugas baru.
Peralihan satu pekerjaan ke pekerjaan membutuhkan sekian detik lebih lama dalam menyelesaikan tugas. Hal itulah yang membuat waktu yang terbuang lebih banyak ketika multitasking dilakukan secara terus menerus. Maka dari itu, kita perlu mengatur waktu dan belajar lebih fokus dalam mengerjakan sesuatu. (PRD/ian)






