Surabaya (beritajatim.com) – Pembengkakan atau peradangan merupakan bagian dari respon alami yang kerap dialami oleh tubuh akibat cedera, salah satunya jenisnya ialah edema cerebri atau pembengkakan otak.
Di mana edema cerebri sendiri mengacu pada pembengkakan akibat adanya cairan yang terperangkap di otak. Tak ayal jika sel-sel tersebut kemudian mengalami penambahan volume.
Tidak bisa dianggap sepele, karena seseorang yang mengalami kondisi ini memiliki risiko komplikasi yang parah. Hal ini tak lepas dari dampak besar yang dapat mempengaruhi fungsi otak secara keseluruhan.
Seperti yang kita tahu bahwa otak memiliki peran yang sangat vital bagi tubuh manusia, mulai dari mengatur fungsi kesadaran hingga sistem motorik dan sensorik.
Adapun penyebab edema cerebri dibagi menjadi dua hal. Pertama, karena faktor internal, di mana penyebabnya ialah otak itu sendiri. Misalnya seperti terjadi benturan keras hingga mengalami gegar otak.
Kedua, faktor yang disebabkan oleh sesuatu di luar otak atau eksternal. Seperti halnya seseorang yang kekurangan asupan natrium. Bahkan bisa juga karena adanya gangguan sirkulasi oksigen secara kronik, misalnya pada orang-orang yang kerap merokok.
Mereka yang mengalami gejala ini awalnya hanya merasakan sakit kepala seperti biasa, Namun, seiring berjalannya waktu dapat membuat penderitanya kehilangan kesadaran, tidak fokus, hingga mengalami gangguan sensorik dan motorik.
[berita-terkait number=”5″ tag=”penyakit”]
Meski cukup membahayakan, tapi umumnya setiap pembengkakan otak dapat dilakukan dengan cara menurunkan tekanan yang terjadi di dalam kepala.
Selebihnya edema cerebri bisa diatasi dengan melihat faktor penyebabnya. Jika disebabkan karena kurangnya asupan natrium, maka penderita disarankan untuk lebih banyak konsumsi garam.
Sedangkan jika kekurangan oksigen menjadi penyebabnya, maka bisa dilakukan dengan memposisikan kepala pasien secara 30 derajat. Selain itu, dokter ahli biasanya akan memberikan obat-obatan tertentu untuk mengurangi pembengkakan tersebut. (fyi/ian)






