Surabaya (beritajatim.com) – Program Studi (Prodi) Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar pelatihan musik keroncong di SMKN 12, Kota Surabaya, Senin (5/9/2022) siang.
Dosen Program Studi Seni Musik FBS UNESA, Agus Suwahyono menilai bahwa penting untuk mengenalkan jenis musik tradisional, khususnya keroncong kepada generasi muda. Apalagi, belakangan ini kerap viral musik-musik bergenre koplo dan sebagainya.
“Karena media sosial sudah dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Jadi musik apapun sangat mudah diakses, dan mudah mempengaruhi mereka (generasi muda), khususnya musik dari barat. Nah ini kalau tidak diantisipasi, takutnya musik keroncong dilupakan,” ujar Agus.
Pada pelatihan ini, kata Agus, pihaknya menargetkan para generasi muda, khususnya siswa-siswi di SMKN 12 bisa mengenal terlebih dahulu materi dasar musik keroncong.
“Untuk yang pertama ini targetnya anak-anak mengenal dulu. Musik keroncong itu apa sih ? Alatnya apa saja ? Bagaimana permainannya? Bagaimana ritmisnya, melodinya, karakter, lagu-lagunya seperti apa saja ? Karena keroncong ada berbagai jenis. Ada langgam, keroncong asli, dan lainnya,” jelasnya.
“Minimal anak-anak mengenal keroncong, meskipun lagu-lagunya dari anak-anak yang ketahui dulu, misal dari pop nanti dikeroncongkan, biar lebih dekat dan mudah masuk ke anak-anak,” lanjutnya.
Agus menambahkan, bahwa UNESA sendiri ingin semakin memasyarakatkan musik keroncong yang mulai tergerus oleh musik-musik berjenis lain seperti koplo dan sebagainya. Hal itu dilakukan agar terjadi keseimbangan keragaman jenis seni musik yang diketahui oleh para generasi muda.
“Musik keroncong ini kan sudah termasuk musik daerah dari Indonesia, meskipun dulunya bawaan saudagar dari Portugis. Ini untuk antisipasi juga. Musik keroncong ini ditanamkan untuk anak-anak sekolah khususnya SMK 12 ini. Nanti anak-anak biar tidak melupakan musik tradisi dari Indonesia, yakni keroncong,” terangnya.

Sementara itu, Arif Nurul Huda, siswa kelas 2 SMKN 12 mengatakan jika musik keroncong merupakan salah satu jenis musik tradisional yang memiliki irama menyenangkan. Ia mengaku tak begitu kesulitan untuk mempelajarinya.
“Keroncong itu bagi saya salah satu genre musik asli Indonesia, tradisional, klasik juga sih. Iramanya gembira menurut saya. Soalnya setiap dengar musik keroncong seakan-akan pingin joget. Kalau susah tidaknya mempelajari keroncong, relatif sih. Tergantung kita mau berlatih apa enggak,” ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasinya kepada Program Studi Seni Musik FBS UNESA. Menurutnya, kegiatan semacam ini bisa memberikan wawasan soal musik tradisional, khususnya keroncong. “Bagus sih, generasi muda bisa lebih tau masalah keroncong, musik tradisional, asli Indonesia,” tandasnya.
Perlu diketahui, pelatihan musik keroncong ini merupakan bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh dosen Program Studi Seni Musik Jurusan Sendratasik FBS UNESA. Pelatihan ini bertajuk ‘Pendekatan Aransemen untuk Meningkatkan Kreatifitas Musik Keroncong di SMKN 12 Surabaya’. Adapun dosen yang terlibat antara lain Agus Suwahyono, S.Sn, M.Pd, Vivi Ervina Dewi, S.Pd, M.Pd, Dhani Kristiandi, S.Pd, M.Sn, Moh Sarjoko, S.Sn, M.Pd, dan Joko Winarko, S.Sn, M.Sn. (ipl/ted)






