Surabaya (beritajatim.com) – Mental block memang terjadi dengan berbagai faktor. Sesuatu keadaan yang menyerang psikis seseorang. Namun bukan berarti tidak dapat diatasi. Ada beberapa kebiasaan baik yang dapat dilakukan untuk mengatasi bahkan mencegah mental block.
Membangun pola hidup sehat
Berbicara mengenai pola hidup sehat bukan hanya sebatas makan makanan bergizi untuk kesehatan tubuh. Tentu saja perlu memperhatikan kesehatan mentalnya. Kita dapat membangun pola sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, rajin berolahraga, menyediakan waktu tidur yang cukup dan tidak merokok.
Imbangi dengan membangun pikiran yang positif serta berhenti berpikiran negatif. Hal ini karena dampak dari pikiran negatif dapat menyerang diri sendiri seperti menimbulkan perasaan cemas, takut, tertekan, bahkan memicu mental block.
Memaafkan masa lalu tanpa perlu mengingatnya kembali
Sesuatu hal yang kita anggap biasa bahkan tanpa disadari berpengaruh dalam diri adalah mengenang hal buruk atau trauma di masa lalu. Hal itulah yang menimbulkan perasaan dan pikiran negatif. Lama kelamaan hal itu akan menyebabkan mental block.
Mulailah untuk lebih baik membuka diri, menerima dan memaafkan kenangan buruk atau trauma di masa lalu. Walaupun memang tidak semudah yang dipikirkan, tapi ketika kita dapat berdamai dengan kenangan atau keadaan dan memulai hari baru dengan pikiran positif akan membuat perasaan dan masa depan menjadi lebih baik.
[berita-terkait number=”5″ tag=”cara”]
Menulis jurnal atau buku harian secara rutin
Ini merupakan cara yang menarik dan dapat dicoba karena mampu menguraikan segala beban pikiran yang mengganggu konsentrasi. Terkadang, kita tidak bisa mengungkapkan kesedihan atau kecemasan kepada orang lain. Menulis menjadi solusi yang cukup efektif. Ketika kita menuliskan segala perasaan yang dirasakan tanpa ada batasan apapun tentu saja ada kelegaan yang dirasakan. Dengan begitu, langkah akan terasa lebih ringan.
Selain itu, perasaan yang menyebabkan stres, cemas, takut, dan panik tidak terus-menerus mengganggu pikiran kita karena sudah tersalurkan dengan baik. Intinya, memendam sesuatu yang tidak tersampaikan akan membuat kita lebih mudah terganggu secara pikiran bahkan kesehatan. (PRD/ian)






