Lamongan (beritajatim.com) – Peristiwa penemuan mayat tanpa identitas terjadi dalam dua hari berturut-turut di Lamongan. Hal ini mengundang kehebohan warga.
Mayat pertama ditemukan pada Jumat (2/9/2022) di sebuah lahan kosong di Desa Pelang, Kecamatan Kembangbahu. Sedangkan Sabtu ini (3/9/2022), ditemukan kembali mayat tanpa identitas di sungai Desa Kedungrejo, Kecamatan Modo.
Kedua mayat ini belum diketahui identitasnya. Bedanya, mayat pertama ditemukan sudah dalam kondisi membusuk dan berbau, sedangkan mayat kedua mengapung di sungai.
Selain itu, mayat pertama berjenis kelamin laki-laki dan mayat kedua perempuan. Mayat kedua ini ditemukan pertama kali oleh Kepala Dusun Gabang Desa Kedungrejo, Sukamto yang kebetulan sedang melintas di bantaran sungai.
“Saat itu saya sedang melintas di tepian sungai, lalu saya melihat ada yang aneh hanyut di aliran sungai,” ujar Sukamto saat dikonfirmasi, Sabtu (3/9/2022).
Lantaran penasaran, Sukamto segera mendekat untuk memastikan sesuatu yang hanyut tersebut. Saat itulah, dia kaget menjumpai sesosok tubuh manusia yang sudah terapung.
Pihaknya mengaku kesulitan untuk mengenali mayat yang hanyut terbawa sungai tersebut. Tidak ada identitas apapun yang melekat pada tubuh korban.
[berita-terkait number=”3″ tag=”penemuan-mayat”]
“Nggak tahu mayat siapa yang mengapung ini, karena tidak ada identitas yang bisa dikenali dari tubuh korban. Yang saya tahu mayatnya berjenis kelamin perempuan, bagian wajahnya sudah rusak,” akunya.
Lebih lanjut, Sukamto yang panik bergegas melaporkan apa yang dia lihat ke Kepolisian. Sukamto menduga, mayat itu bukanlah warga desa setempat.
“Mungkin mayat ini terbawa arus sungai hingga akhirnya berada di sini,” jelasnya.
Usai Sukamto melapor, petugas kepolisian datang ke lokasi dan segera mengevakuasi mayat perempuan tersebut. Kendati demikian, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.
“Mayatnya sudah dievakuasi,” tutup Sukamto. [riq/beq]






