Malang (beritajatim.com) – Dewan Mahasiswa Humaniora UIN Malang mengajak berefleksi pada sejarah ulama kenamaan Syaikhona Kholil. Upaya ini diwujudkan lewat bedah buku tokoh nasional pada Rabu (31/8/2022).
Ketua pelaksana kegiatan, Anshorulloh Farouk, menerangkan maksud acara tersebut sebagai upaya refleksi sejarah dari tokoh ulama yang punya pengaruh besar bagi bangsa Indonesia.
“Hari ini ketika pemuda berbicara tentang sejarah, berbicara gerakan maupun politik yang dijadikan acuan justru dari luar negeri di barat sana. Padahal kita sendiri tidak kekurangan patron yang hebat, salah satunya adalah Syaikhona Muhammad Kholil ini,” jelasnya saat sambutan.
Senada dengan hal itu, Wakil Ketua Dema Humaniora UIN Malang, Agus Fany, menerangkan penting bagi kaum muda untuk mengacu pada ulama’ di nusantara.
“Sosok Syaikhona Muhammad Kholil ini harus kita ingat bersama perannya bagi bangsa, dan agar bisa menjadi teladan bagi kaum muda,” jelasnya.
Wakil Dekan I Fakultas Humaniora, Halimi Zuhdi menjelaskan, bedah buku ini sejalan dengan visi fakultas yang telah melahirkan banyak buku.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Malang”]
“Kami sangat mengapresiasi acara ini, karena fakultas humaniora sendiri sudah begitu banyak memproduksi buku. Apalagi buku ini penting untuk dimiliki karena membahas sosok Syaikhona Kholil Bangkalan dari sudut pandang akademisi,” jelasnya.
Kegiatan tersebut kemudian berlanjut dengan pemaparan materi dari para narasumber yang hadir yang dipandu moderator, Diny Hidayatullah.
Pembicara pertama, Dr Muhaimin M.Pd tim pengusul pahlawan nasional. Pembicara kedua, Fathul H Pratanapraja, ketua LesBumi Kota Malang. Kemudian dilanjutkan pembicara ketiga KH Yahya Al Ghozali, serta pembicara terakhir KH Ismael Kholilie. [dan/beq]






