Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto ingin Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif bertema ‘KKN Universitas Membangun Desa’ yang diikuti 13 perguruan tinggi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilangsungkan kembali tahun depan. Program ini dinilai sangat membantu Pemerintah Kabupaten Jember.
KKN ‘Universitas Membangun Desa’ ini diikuti 2.485 orang mahasiswa dan 114 orang dosen pembimbing lapangan (DPL). Berlangsung pada 23 Juli – 26 Agustus 2022, KKN kali ini melaksanakan program utama ‘Penataan Data Kemiskinan Berbasis Teknologi Informatika dan Komunikasi di Jember’.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
Hendy berjanji tahun depan program ini akan dilangsungkan kembali. “Kami akan support langsung dengan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kita agar adik-adik kita bukan hanya satu bulan. Saya minta tiga bulan. Lebih lama lagi,” katanya, usai acara penutupan KKN kolaboratif di alun-alun Jember, Jumat (26/8/2022).
Menurut Hendy, banyak variasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa. Ia memuji para mahasiswa peserta KKN yang juga mengunggah video-video mengenai hal-hal positif tentang Jember di media sosial. “Jadi varian hasil KKN kolaboratif ini banyak. Pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), media sosial, menjual (mempromosikan) Jember. Ini kan istimewa,” katanya.
Setelah program KKN ini selesai, data kemiskinan yang diperoleh akan dibandingkan dengan data pemerintah pusat. “Setelah itu kami akan laporkan kepada Menteri Sosial untuk melakukan perbaikan-perbaikan,” kata Hendy. Bahkan dia siap membantu pendataan Kementerian Sosial dengan menggunakan APBD. Soal masih adanya warga yang belum terdata, pendataan akan disempurnakan Dinas Sosial. [wir/kun]






