Surabaya (beritajatim.com) – Pemprov Jatim meluncurkan Sistem Perencanaan Penganggaran Responsif (PPRG) berbasis online atau disebut dengan Super Sinden. Peluncuran ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran kesetaraan gender dalam setiap pembangunan yang ada di Jatim.
Sistem berbasis online ini merupakan inisiasi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jatim yang secara resmi diluncurkan di Hotel Artotel Surabaya, Kamis (25/8/2022).
Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangga atas usaha dan keseriusan jajaran Pemprov Jatim dalam mewujudkan kesetaraan gender di semua lini. Pasalnya, isu terkait Pengarusutamaan Gender (PUG) juga telah diamanahkan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) pemerintah pusat ke-5 yaitu Gender Equality.
Kesetaraan gender, kata Adhy, bukan hanya fokus dari DP3AK, tetapi nantinya semua OPD, dalam programnya juga harus berbasis gender equality. “Saya juga mengapresiasi launching Super Sinden ini. Sesuai dengan namanya, diharapkan bisa memberikan dampak yang hebat dan bermanfaat bagi semua orang. Supaya semua orang juga bisa aware akan kesetaraan gender,” kata Adhy.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemprov-jatim”]
Ia menerangkan bahwa tujuan besarnya adalah seluruh program pemerintah bisa berpihak terhadap kesetaraan gender. Bukan hanya soal laki-laki dan perempuan, tetapi berbagai kaum rentan lain, seperti disabilitas, anak-anak dan orang tua telah masuk pada fokus SDGs ke-5.
Selain itu, Adhy juga mengingatkan pentingnya momen penyusunan rancangan anggaran, dimana sudah berbasis PUG. Selanjutnya, adalah pada implementasi nya apakah sudah sesuai dengan perencanaan. Dan, tugas dari Pemprov Jatim adalah melakukan sosialisasi hingga ke seluruh kabupaten/kota.
Menurutnya, pemprov sendiri sudah advance, namun kecepatan kab/kota untuk bisa mengikuti langkah Pemprov Jatim merupakan tantangan tersendiri.
Ia berharap melalui PPRG Online, akan memberikan kemudahan dalam penyusunan PPRG, sehingga bisa meningkatkan Indeks Pembagunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) yang juga berdampak pada Indikator Kinerja Utama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
“Ini sebetulnya langkah yang lebih maju. Nantinya kita bisa bangga menyampaikan ke masyarakat bahwa semua program-program pembangunan kita beserta turunannya, sudah memperhatikan gender equality,” pungkasnya. (ipl/kun)






