Lamongan (beritajatim.com) – Masyarakat di Desa Dadapan, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan tampak antusias berebut gunungan yang berisi beragam hasil bumi yang dikirab mengelilingi desa setempat.
Gunungan hasil bumi itu diantaranya berisi buah-buahan dan sayuran, seperti buah naga, duren, nanas, jeruk, salak, pisang, labu, terong, wortel, kacang panjang, ketimun, dan lainnya. Bahkan, bendera merah putih juga ditancapkan di atas gunungan tersebut.
Diketahui, kirab gunungan hasil bumi ini dilakukan dalam tradisi Grebeg Budaya ‘Sedekah Bumi’ yang digelar oleh warga Nahdlatul Ulama (NU) setempat, mulai dari Pimpinan Ranting GP Ansor, Fatayat, Muslimat, serta IPNU-IPPNU.
Turut hadir pula seluruh unsur Pemerintah Desa, BPD (Badan Permusyawatan Desa), sesepuh, dan tokoh desa setempat yang khidmat melakoni kegiatan Grebeg Budaya yang digelar setahun sekali ini.

Kirab gunungan mengelilingi desa ini secara simbolis diberangkatkan oleh Ketua NU Dadapan yang didampingi oleh Ketua BPD Desa Dadapan. Kirab ini berakhir di Pasar Desa, yang dinilai oleh masyarakat setempat sebagai pusat kebudayaan Desa Dadapan pada zaman dahulu.
Menurut Ketua NU Ranting Dadapan, KH. Fattah Amin, Grebeg Budaya dan Sedekah Bumi ini merupakan wujud dari ungkapan rasa syukur masyarakat desa kepada Allah SWT, atas hasil pertanian yang melimpah.
“Acara ini juga upaya untuk menghidupkan kembali tradisi budaya di Desa Dadapan, sebagai media silaturahim antara warga desa dengan sesepuh atau ahli waris pemimpin desa terdahulu,” ujar Kiai Fattah, Minggu (21/8/2022).
Sesampainya di Pasar Desa Dadapan, rombongan kirab yang membawa gunungan hasil bumi itu langsung disambut hangat dan diterima oleh Kepala Desa bersama para sesepuh Desa Dadapan.
Tak cukup itu, dalam penyambutan ini juga dilakukan penyerahan keris kepada Kepala Desa Dadapan, Winny Dzulkarnaen, yang secara simbolis dilakukan oleh Ketua Tanfidziyah NU dan Ketua Ansor Ranting Dadapan bersama Ketua BPD.
“Penyerahan keris kepada Kepala Desa Dadapan ini dilakukan sebagai simbol atas segala harapan dan kepercayaan akan kepemimpinan desa agar semakin bertambah baik,” ungkap Ketua BPD Dadapan, Suroto, yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Pergunu Lamongan itu.

Usai keris diserahkan, Suroto menambahkan, rombongan kirab ini juga memberikan sejumlah rekomendasi dari masyarakat kepada Kepala Desa dan BPD yang berisi tentang pelestarian kebudayaan.
“Rekomendasi itu diharapkan agar menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan penggalian kebudayaan desa. Selain itu, nantinya BPD Dadapan juga diminta untuk mengawal rekomendasi yang menjadi harapan dari berbagai unsur masyarakat tersebut,” terangnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”grebek-budaya-lamongan”]
Masih kata Suroto, para ahli waris pemimpin di Desa Dadapan ini juga diberikan cinderamata. Hal ini sebagai bentuk penghormataan atas dedikasi yang dilakukan para pendahulu dalam membangun desa.
“Tujuannya agar masyarakat bisa mengingat dan mengenang perjuangan dan dedikasi para pemimpin Desa Dadapan terdahulu,” tandasnya.

Lebih jauh, setelah seluruh rangkaian tradisi grebek budaya ini dilakukan, kemudian acara ditutup dengan doa bersama oleh para sesepuh dan dilanjutkan dengan perebutan gunungan hasil bumi oleh warga Desa Dadapan.
“Filosofi dari grebek budaya ini adalah bersedekah. Gunungan tersebut berisi hasil bumi dari pertanian. Ini sebagai bentuk doa, dengan harapan selama satu tahun ke depan para warga masyarakat bisa mendapat keberkahan dari sedekah tersebut,” tutupnya.[riq/ted]






