Magetan (beritajatim.com) – Imbas kenaikan harga tepung terigu, pelaku UMKM roti bolu khas Magetan hanya bisa bertahan. Ukurannya pun diperkecil disesuaikan dengan tingginya harga bahan baku tepung terigu dan telur ayam. Para produsen roti bolu di Desa Sidomukti, Plaosan, Magetan itu memiliki pilihan sulit, karena selain menaikkan harga, mereka juga memperkecil ukuran roti bolu.
Seperti pada usaha rumahan roti bolu milik Dita Prasetya Ari Wibowo di Desa Sido Mukti Kecamatan Plaosan ini misalnya. Akibat tepung gandum ditambah harga telur mahal memilih mengurangi ukuran dan menaikkan harganya.
“Kami terpaksa mengurangi ukuran dan menaikkan harga. Jika harga dan ukurannya tetap sama seperti harga awal bukan hanya menipis tetapi rugi malahan. Tepung naiknya tinggi sekali, kenaikannya Rp75 ribu per sak, belum telur ayam, harganya Rp28 ribu per kilogramnya,” kata Ari, Minggu (14/8/2022)
Dia tak menampik jika di awal penerapan ukuran dan harga baru banyak konsumen yang komplain. Namun, dirinya tetap menjelaskan betapa mahalnya harga tepung dan telur ayam yang berimbas pada roti bolu. Alhasil, konsumen mau memahami kondisi itu dan tetap membeli.
“Awalnya protes, namun setelah tahu harga bahan-bahan mahal mereka memakluminya. Ya yang jelas dampaknya ke kami pelaku UMK sangat besar. Mulai dari terpaksa kurangi ukuran hingga harganya naik, penjualan otomatis berkuramg,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”harga-tepung-terigu”]
Awalnya sebelum gandum naik, harga roti bolu satu bungkus isi 10 dijual ke-tengkulak Rp3.300, kini naik menjadi Rp3.400. Dia mengharap agar harga tepung gandum bisa segera turun. Kini setidaknya dia masih tertolong karena harga telur yang fluktuatif meski masih tergolong tinggi.
Dia mengharap ada tradisi bolu rahayu yang digelar saat bulan Muharram atau Suro seperti sedia kala. Di mana Pemkab Magetan membeli roti bolu dalam jumlah besar untuk kepentingan nguri-uri tradisi. Namun, belakangan nihil tradisi bolu rahayu yang dikirab sebelum jadi rebutan masyarakat. “Kami harap ada lagi, itu jadi salah satu sumber tingginya pendapatan kami selain penjualan biasa,” katanya. [fiq/suf]






