Surabaya (beritajatim.com) – Hari Gunung atau Yama no Hi merupakan hari libur nasional di Jepang. Hari ini telah dirayakan sejak tahun 2016 dan menjadi hari libur umum terbaru di Jepang.
Tanggal 11 Agustus ditetapkan sebagai Hari Gunung karena dalam huruf Kanji, angka delapan menyerupai gunung dan angka 11 menyerupai dua pohon. Hari libur ini bertujuan agar masyarakat dan para pekerja dapat berwisata alam bersama keluarga maupun kerabat. Mereka dapat mengisi waktu libur dengan mendaki gunung, berkemah, piknik di gunung, atau datang ke acara yang di adakan di sekitar kaki gunung.
Awalnya, ada rencana untuk menjadikannya bukan hari libur di satu hari bulan Juni, atau di hari berikutnya setelah “Hari Laut” (tanggal 3 Juli), tetapi akhirnya jatuh pada tanggal 11 Agustus saat Jepang masuk pada musim liburan obon di bulan Agustus.
Mungkin di antara kalian berpikir, bukannya di bulan Agustus sudah ada liburan obon? Sebenarnya obon bukan berarti liburan nasional lho! tergantung pada jenis bisnisnya, ada beberapa perusahaan tidak memiliki liburan obon. Ada juga teori bahwa huruf kanji “8/ 八” terlihat seperti gunung, dan “11” juga dikaitkan dengan citra pohon.
Untuk memperingati Hari Gunung di Jepang, Ini dia, dua gunung tertinggi di Jepang.
Gunung Fuji
Gunung Fuji adalah gunung berapi yang terkenal di Jepang dnegan memiliki ketinggian 3.776 meter di atas permukaan laut. Sejak dahulu, aktivitas Gunung Fuji yang terputus-putus dikaitkan erat dengan agama Shintoisme dan Buddha.
Para penganut kepercayaan tersebut sering berziarah ke Gunung Fuji terutama ke kuil, kawah, mata air, dan air terjun yang dianggap suci. Keindahan alam dan spiritualitasnya menjadikan Gunung Fuji sebagai salah satu dari 25 situs warisan dunia UNESCO yang diresmikan pada tahun 2013.
Gunung Kita
Gunung Kita atau yang dikenal sebagai Kitadake berada di Pegunungan Alpen Jepang Selatan dan menjulang setinggi 3.193 meter di atas permukaan laut. Pendakian Gunung Kitadake memakan waktu dua hingga empat hari. Berdasarkan situs Japan-Guide, jalur pendakian Kitadake merupakan lereng curam berbatu dengan lembah besar yang dialiri sungai yang deras.
Jalur pendakian Gunung Kitadake termasuk sulit, namun kombinasi salju, vegetasi lebat, padang bunga berwarna-warni, serta berbagai fauna langka seperti ptarmigan batu (satwa endemik Jepang) membuat jalur tersebut sangatlah indah.
[berita-terkait number=”3″ tag=”film”]
Fakta Menarik mengenai Hari Gunung di Jepang:
1. Upacara Nasional perdana untuk Hari Gunung diadakan di Pegunungan Alpen Jepang di Kamikochi di Matsumoto, Nagano.
2. Pada tahun 2016, sebuah survei oleh Asosiasi Cuaca Jepang menunjukkan bahwa hanya 68% orang yang mengetahui hari libur baru. Perlu beberapa waktu agar Hari Gunung ditetapkan sebagai hari libur nasional – dalam survei yang sama hampir 10% orang mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui Hari Laut yang diperkenalkan pada tahun 1996
3. Hanya di tahun 2020 “Hari Gunung” dipindahkan ke tanggal 8 Agustus dengan diadakannya “Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo” pada tahun 2020 (yang ditangguhkan , yang aslinya Hari Gunung adalah jatuh di hari Selasa, 11 Agustus, dipindahkan ke hari Senin, 10 Agustus, sehari setelah upacara penutupan Olimpiade. (dae/ian)






