Surabaya (beritajatim.com) – Selama ini banyak orang mengira bahwa pelaku hypersex diukur dari frekuensi berhubungan intim semata. Padahal, nyatanya tidak melulu demikian. Hiperseks bahkan dapat dilihat dari dampak yang ditimbulkan.
Hiperseksualitas merupakan kelainan seksual yang terjadi pada seseorang. Biasanya mempengaruhi beberapa hal, seperti fantasi, gairah, atau kecanduan berhubungan intim yang sulit dikendalikan.
Perilaku tersebut bahkan seolah menjadi fokus utama dalam hidup. Tak heran jika hal tersebut dapat memberikan dampak negatif, terlebih karena menganggu aktivitas sehari-hari.
Adapun tanda-tanda orang yang hiperseks, di antaranya;
Hasrat tak terbendung
Tanda yang paling mendasar pada orang yang hiperseks ialah hasratnya yang tak terbendung. Seolah berhubungan seks merupakan aktivitas utama dalam hidupnya.
Kecanduan pornografi
Mereka yang hypersex cenderung tidak bisa lepas dari tontonan berbau pornografi. Menurutnya, hal ini bukan sekadar untuk aktivitas pengganti ketika sedang tidak melakukan hubungan seks dengan pasangan, melainkan juga untuk menambah referensi baru dalam bercinta.
Mempraktikkan hubungan seks yang tidak aman
Dari referensi yang ia dapatkan dari menonton film porno, hingga fantasi yang ia buat sendiri, tak ayal membuat seorang hiperseks kerap mempraktikkan hubungan intim yang bahkan sebenarnya tidak aman.
Sering masturbasi
Pelaku hiperseks juga kerap kali melakukan masturbasi. Terlebih jika ia tak ada pasangan. Tak ayal jika masturbasi menjadi cara untuk melampiaskan hasrat seksual yang tak bisa ia kendalikan.
Sering mengintip hubungan seksual orang lain
Selain menonton video, para hiperseks juga kerap kali berusaha untuk mengintip hubungan intim orang lain. Hasrat dan imajinasinya yang begitu besar pada seks sehingga membuatnya seperti itu.
Tidak kunjung puas
Meski durasi berhubungan seks cukup lama dan sering. Namun orang dengan kelainan ini, selalu saja merasa tidak puas. Sehingga ingin lagi, lagi, dan lagi.
Cenderung memiliki lebih dari satu pasangan
Imajinasi para hiperseks memang cenderung tak ada habisnya, terlebih jika pasangannya merasa tidak mampu memuaskannya. Tak ayal jika hal ini kerap membuatnya memilih untuk memiliki pasangan lebih dari satu atau berganti-ganti.
[berita-terkait number=”3″ tag=”hubungan”]
Jadikan hubungan seks sebagai pelampiasan
Mungkin jika orang pada umumnya memilih melampiaskan emosi dengan makanan, atau traveling. Berbeda dengan hiperseks, mereka cenderung melampiaskan semuanya dengan berhubungan intim. Ia percaya bahwa itu merupakan cara terampuh.
Jika tanda-tanda ini sudah berlangsung selama lebih dari enam bulan, maka orang tersebut memang seorang hiperseks. Namun, untuk memastikan sekaligus mengatasinya agar tidak memberikan dampak buruk, sebaiknya periksakan ke ahlinya. (fyi/ian)






