Surabaya (beritajatim.com) – Seorang pria Afganistan didakwa sebagai pelaku pembunuhan berantai terhadap empat pria Muslim di Albuquerque, negara bagian New Mexico, Amerika Serikat.
Muhammad Syed (51) ditahan pada hari Senin, 8 Agustus 2022. Setelah sempat melarikan diri sejauh 100 mil (160 kilometer) dari rumahnya di Albuquerque menggunakan mobil Volkswagen Jetta. Polisi juga menggeledah rumah Syed dan menemukan beberapa senjata api yang disembunyikan.
Selama sembilan bulan terakhir, Syed menghadapi dakwaan atas dua kematian. Namun setelah penyelidikan lebih lanjut korbannya bertambah menjadi 4 pria muslim.
Diketahui pembunuhan pertama Syed terjadi pada November tahun lalu diikuti oleh tiga pembunuhan lainnya antara tanggal 26 Juli hingga 5 Agustus.
Kepala Polisi Harold Medina mengatakan belum jelas apakah kematian tersebut harus diklasifikasikan sebagai kejahatan balas dendam atau pembunuhan berantai.
Syed berasal dari Afghanistan dan telah tinggal di Amerika Serikat selama lima tahun, kata polisi. “Pelaku mengenal para korban sampai batas tertentu, dan konflik antar pribadi mungkin melatar belakangi motif penembakannya,” kata polisi, meskipun kasus masih perlu diselidiki lagi.
Banyak pertanyaan dari wartawan terkait motif pembunuhan, seperti apakah ada konflik internal antara pemeluk Sunni dan Syiah. Namun Wakil Komandan Polisi Cmdr. Kyle Hartsock tidak menanggapinya secara langsung.
Selama beberapa hari New Mexico menghadapi kegelisahan terutama bagi masyarakat muslim. Pihak kepolisian berjaga di masjid-masjid untuk mengurangi ketakutan atas kasus penembakan yang didasari paham anti muslim.
Komunitas Muslim di Albuquerque sudah bisa bernapas lebih lega “kelegaan yang luar biasa, kehidupan telah terbalik.” kata Ahmad Asssed, presiden Islamic Center of New Mexico, dikutip dari AP.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pembunuhan”]
Kasus pembunuhan ini menarik perhatian Presiden Joe Biden, yang mengatakan serangan semacam itu tidak memiliki tempat di Amerika.
“Tidak ada pembenaran untuk kejahatan ini. Tidak ada pembenaran untuk mengambil nyawa yang tidak bersalah,” kata Nihad Awad, direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islamn pada konferensi pers hari Selasa di Washington, D.C.
Kepolisian Albuquerque memberikan rincian kasus ini lebih detail lagi.
Kasus paling pertama melibatkan pembunuhan pada bulan November dengan korban yang bernama Mohammad Ahmadi (62) dari Afghanistan. Kemudian pembunuhan Naeem Hussain (25) dari Pakistan yang tewas pada hari Jumat malam.
Kematian keduanya terjadi hanya beberapa hari setelah kematian Muhammad Afzaal Hussain (27) dan Aftab Hussein (41) yang juga berasal dari Pakistan dan dari anggota masjid yang sama. (ian)






