Batu (beritajatim.com) – Kurang lebih 1.000 bantengan menghiasi kota batu. Acara tersebut dalam rangka kemeriahan peringatan 14 tahun Bantengan Nuswantara. Karnaval dan atraksi atraksi bantengan dilakukan di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, kota Batu pada Minggu (7/8).
Anggota Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB), Muhammad Anwar menjelaskan jika ini bertema Sambung Roso Sambung karena hajatan tersebut digelar oleh semua elemen masyarakat Batu yang peduli pada pemajuan kebudayaan.
“Kegiatan yang difasilitasi Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB) itu melibatkan banyak unsur lembaga masyarakat maupun komunitas Semua elemen bersinergi untuk kemajuan kebudayaan, mulai dari seniman, pecinta seni, musisi, unsur pemerintahan, TNI dan Polri untuk masyarakat Nusantara.” Paparnya saat diminta keterangan pada senin (08/08/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”seni-tradisi”]
DKKB berharap, dengan melestarikan kesenian tradisional, muda-mudi di Kota Batu bisa melakukan hal-hal positif termasuk dengan terlibat dalam kesenian tradisional. Bantengan nuswantara ini diikuti oleh 50 grup bantengan dari Malang Raya dengan masing-masing grup terdiri dari 30 orang, dengan peserta mencapai 1500 orang.
“Acara ini dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Start dari Alun-alun Batu melewati Jalan Panglima Sudirman dan finish di depan Rumah Dinas Walikota,” imbuhnya.
Selain seniman bantengan Malang Raya, Pada kegiatan ini juga dihadiri peserta penari dan musisi dari beberapa daerah serta luar negeri dengan menampilkan performance art. Peserta dari luar negeri meliputi Malaysia, Australia, Jepang dan China. Sedangkan dari luar daerah ada dari Indramayu, Tuban hingga Jakarta. [dan/but]






