Surabaya (beritajatim.com) – Terkait dijatuhkannya hukuman 9 tahun dan denda sebesar 247 juta yang menimpa atlet basket putri Amerika oleh Pengadilan Rusia. Presiden Joe Biden pada hari Kamis (4/8) lalu, memberikan pernyataannya secara tertulis. Bahwa, ia menganggap keputusan itu adalah sebuah kesalahan dan meminta Rusia sesegera mungkin membebaskan Brittney.
“Hari ini, warga Amerika Brittney Griner menerima hukuman penjara yang merupakan satu lagi pengingat, dari apa yang sudah diketahui dunia. Rusia secara salah menahan Brittney. Itu tidak dapat diterima dan saya meminta Rusia untuk segera membebaskannya” tulis Biden dalam pernyataan tertulisnya di situs resmi gedung putih.
Biden secara tegas mengatakan bahwa, ia dan para administrasinya akan berusaha sekeras mungkin untuk menemukan cara, agar Brittney bisa bebas sesegera mungkin dengan selamat. Ia ingin Brittney kembali bisa berkumpul dengan keluarga, teman, orang yang dicintai dan semua timnya.
“Administrasi saya akan terus bekerja tanpa lelah dan mengejar setiap jalan yang memungkinkan untuk membawa Brittney dan Paul Whelan pulang dengan selamat, sesegera mungkin” tulis Presiden Amerika Serikat ke 46 itu.
Phaul Whelan adalah warga Amerika yang ditahan Rusia sejak 2018 karena tuduhan spionase (mata-mata).
Biden tak hanya mengumbar statement. Melalui Departemen Luar Negeri AS, diketahui saat ini Amerika tengah melakukan penawaran pertukaran tahanan potensial dengan Rusia untuk membawa pulang Griner dengan selamat.
[berita-terkait number=”3″ tag=”internasional”]
Tak hanya Presiden Biden, para pejabat AS pun mengkritiki hukuman panjang yang dijatuhkan pengadilan Rusia pada Griner. Salah-satu kritikan tersebut berasal dari Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken. Ia mengkritiki sistem hukum dan penggunaan penahanan yang salah oleh Pemerintah Rusia. Menurut Antony, putusan pengadilan Rusia atas Griner adalah upaya untuk menggunakan individu sebagai pion politik.
Sementara, Dewan Keamanan Amerika Serikat, John Kirby berharap, agar kasus Griner bisa membuka pintu baru negosiasi pertukaran tahanan. Kirby menegaskan, bahwa AS menginginkan Rusia mengambil kesepakatan di atas meja, karena menurutnya itu bagus dan adil. Terlebih itu bisa membawa pulang Paul dan Griner.
Pekan lalu, sebelum putusan Griner dijatuhkan. CNN melaporkan, bahwa AS telah mengajukan pertukaran tahanan, Viktor Bout, terpidana pedagang senjata Rusia dengan imbalan kebebasan Paul dan Griner. Namun sampai hari ini, belum ada titik terang dari tawar menawar kedua negara tersebut. (Jhn/ian)






