Mojokerto (beritajatim.com) – Di tangan para kreator muda, sampah disulap menjadi kostum yang indah. Seperti costum dengan tema Majapahit yang dihasilkan Trawas Trashion Carnival (TTC) yang ada di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto ini.
Salah satu pengelola TTC, Tri Mulyono mengatakan, TTC merupakan kelompok carnival dengan basis di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. “Tapi tidak hanya di Trawas, kita juga ada di daerah lain. Anggota kita tidak hanya di Trawas tapi seluruh Kecamatan di Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya, Jumat (5/8/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”fashion”]
Masih kata Tri, bahkan juga ada anggota dari luar Kabupaten Mojokerto. TTC menghasilkan karya berupa kostum dan asesoris di bidang carnival. TCC menghasilkan sebuah karya sejak tahun 2014. TCC hingga saat ini, sudah berhasil menjuarai event tingkat kabupaten/kota dan Jember Fashion Carnival.
“Di Jember Fashion Carnival, talent kami ada yang sampai juara 1, juara 2. Selain itu, kami juga pernah show paling jauh ke Semarang dan Jakarta. Untuk harga costum anak-anak mulai Rp1 juta, dewasa mulai Rp2 juta. Untuk sewa Rp350 ribu sampai Rp700 ribu,” katanya.
Bahan baku awalnya, TCC menggunakan dari daur ulang tapi lama-lama sepi peminat. Sehingga saat ini, TCC menggunakan bahan baku matras karena lebih ramai. Permintaan costum carnival melihat musim sehingga tidak bisa di rata-rata per bulan.
“Tergantung musim. Kalau ini bulan Juli, Agustus, September itu masih ramai. Pandemi kemarin benar-benar membunuh, pandemi benar-benar sepi. Sekarang ini mulai banyak event, Agustus data sewa sudah mulai masuk. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 200 costum yang kami hasilkan,” ujarnya.
Dari 60 anggota, yang bisa menghasilkan costum antara 30 orang sampai 35 orang. Setiap anggota menghasilkan satu costum dalam satu tahun sehingga sejak tahun 2014, sekitar 200 costum yang sudah dihasilkan TCC. Namun ada juga costum yang sudah jadi didaur ulang lagi.
“Kebanyakan costum Majapahit karena kita ada di Mojokerto. Seperti tahun ini, temanya Majapahit. Ada bentuk candinya, pusaka Majapahit, lambang Majapahit, seperti itu. Costum bisa terinspirasi dari Ratu Kencana Wungu, Surya Majapahit, Pohon Maja, Pusaka Majapahit, hingga burung Garuda,” jelasnya.
Kostum yang identik dengan Kerajaan Majapahit tersebut telah menembus hingga ke berbagai daerah di luar Kota/Kabupaten Mojokerto. Sehingga nama TCC tidak hanya dikenal di wilayah Kabupaten Mojokerto saja namun sudah sampai luar Kabupaten Mojokerto. [tin/suf]







