Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyerahkan secara simbolis bantuan itik Mojosari kepada budidaya ternak itik di Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Bantuan sebanyak 176 ekor itik Mojosari tersebut diberikan kepada budidaya ternak itik yang tergabung kelompok tani cangkring makmur.
Bantuan tersebut, masing-masing berupa 16 ekor itik jantan dan 160 ekor itik betina. Tak hanya itu, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini juga menyerahkan dua unit mesin tetas telur, satu buah Handsprayer, 10 Pack multivitamin mineral dan asam amino serta 650 Kg pakan konsentrat itik.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto untuk segera mengembalikan kondisi ekonomi. “Jadi memang ini situasi tidak bisa dihindari, karena kita ini semuanya tidak lepas dari kondisi ekonomi dunia,” ungkapnya, Rabu (27/7/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-mojokerto”]
Menurutnya, semuanya berkaitan dari dampak pandemi Covid-19. Pemerintah Pusat melalui Gubernur Jawa Timur meminta agar Pemerintah Daerah bisa mengendalikan inflasi. Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini menyebut, peternakan merupakan bagian dari pertanian yang menjadi salah satu potensi di Kabupaten Mojokerto.
“Sehingga ini bisa digarap bersama dan bisa saling sinergi untuk kemudian menciptakan suatu keseimbangan. Saya minta agar para peternak untuk selalu bisa memanfaatkan segala potensi yang ada, termasuk kotoran hewan. Segala kotoran hewan ternak bisa dimanfaatkan dan bisa diolah untuk menjadi pupuk organik,” katanya.
Masih kata Bupati, namun semua harus ada pengelohan skala besar, diambil dan dikelola di suatu tempat untuk dijadikan pupuk organik. Pemkab Mojokerto juga akan segera memulai pertanian organik, mengingat saat ini pupuk bersubsidi sudah mulai langka.
“Ini karena harga bahan pupuk di Indonesia mulai mahal dan masih impor. Apalagi barang-barang di dunia juga ikut naik dan kita semua juga harus siap-siap barangkali nanti BBM akan naik, karna minyak dunia sudah naik dua kali lipat,” ucapnya.
Terlepas dari itu semua, Bupati mengapresiasi segala sesuatu yang dilakukan baik peternak maupun petani dalam rangka menjaga ketahanan pangan. Terkait ternak itik, Bupati juga berharap, terkait kedepannya diharapkan bisa lebih dikembangkan dengan sistem yang baik dan menggunakan manajemen yang modern.
“Tentu ini harus dipertahankan dan dikembangkan. Selain itu, dalam mengembangkan sistem ini tentu membutuhkan tenaga kerja para milenial yang kecerdasan menggunakan teknologi informasi. Seperti bagaimana membuat telur asin dengan teknologi dengan baik,” pungkasnya.
Dalam kesempatan ini, Bupati juga meninjau langsung beberapa kandang itik dan kandang khusus penetasan. Bupati juga berkesempatan meninjau lokasi rencana pembangunan pasar rakyat milik Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. [tin/kun]







