Probolinggo (beritajatim.com) – Kedutaan Besar Australia (Kedubes) melalui program Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial Dalam Infrastruktur (GESIT) menggelar asesmen atau pengujian aksesibilitas jalan sepanjang jalur PRIM ramah perempuan dan penyandang disabilitas. Ruas yang diuji berlokasi di Desa Purut Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.
Dalam kesempatan tersebut, kaum perempuan, anak dan penyandang disabilitas didampingi Tim Kedubes Australia dan Tim GESIT melakukan pengujian terhadap keberadaan jalan berkeselamatan di jalur Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) Tongas hingga Sukapura.
Rombongan berangkat dari pertigaan Desa Purut melewati depan lembaga pendidikan SDN Purut 1, layanan publik Kantor Desa Purut hingga pelayanan kesehatan. Pengujian yang dihadiri oleh sembilan orang dari Kedubes Australia ini melibatkan personil Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, Pertuni, PDKAPRO serta LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Kabupaten Probolinggo.
Unit Infrastruktur Kedubes Australia, Vicko Wicaksono mengungkapkan, kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan berkaitan dengan pengarusutamaan gender dalam infrastruktur di Kabupaten Probolinggo.
“Jadi ini bagian dari evaluasi yang nantinya menjadi bahan studi kami lebih lanjut. Apakah kegiatan yang dilakukan di Kabupaten Probolinggo ini bisa cocok diaplikasikan di tempat lain,” ujarnya.
Vicko menerangkan pada dasarnya kunjungan itu hanya untuk melihat apakah kegiatan yang selama ini sudah berjalan itu sudah sesuai, baik untuk kaum perempuan maupun penyandang disabilitas.
“Dari hasil review ini nantinya kami akan berdialog dan berdiskusi dengan pihak pemerintah. Tentunya dari Dinas PUPR dan penyandang disabilitas harus lebih aktif berdiskusi dengan pemerintah,” terangnya.
Lebih lanjut Vicko menegaskan evaluasi ini dilakukan untuk menentukan hal-hal yang harus dilakukan kedepannya. “Secara garis besar kami mendukung program pemerintah, terutama kawasan wisata Gunung Bromo yang masuk dalam wisata nasional,” terangnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Probolinggo”]
Sementara Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Taufik Alami mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari asesmen atau pengujian infrastruktur sepanjang jalur PRIM bagi kaum perempuan dan penyandang disabilitas. Dari asesmen ini nanti diketahui ramah atau tidaknya infrastruktur yang dibangun bagi penyandang disabilitas dan perempuan.
Menurut Taufik, melalui asesmen ini masih ada suatu gedung atau bangunan yang memakan bahu jalan. Dan ini tidak hanya bagi orang normal saja, penyandang disabilitas juga kesulitan. Selain itu diketahui, kurangnya rambu-rambu, lampu penerangan dan konstruksi jalan.
“Konstruksi jalan dan bahu jalan ini sama tingginya, harusnya ada pembeda untuk penyandang disabilitas. Kita mengambil sampel disini karena sebelahnya ada lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan dan pelayanan kesehatan. Dan semuanya itu sangat ideal dan sangat bagus,” jelasnya.
Taufik mengharapkan nanti hasil asesmen ini menjadi rekomendasi kepada Pemerintah Daerah agar dalam melaksanakan suatu pembangunan juga memperhatikan aspek-aspek kaum perempuan dan penyandang disabilitas serta ramah bagi penyandang disabilitas. [tr/beq]






