Pamekasan (beritajatim.com) – Salah satu kader Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, Badrut Tamam berhasil memgharumkan nama baik organisasi melalui ajang Diklat Teknis Water Sanitation and Hygiene (WASH) PMI Jawa Timur, di Pusdiklat PMI Jatim, Gresik, Minggu (24/7/2022).
Kegiatan dalam rangka memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana, digelar PMI Provinsi Jatim, selama sepekan terakhir, terhitung sejak Senin hingga Minggu (18-24/7/2022).
Bahkan dalam kegiatan yang menitik beratkan pada bidang sanitasi dan pengelolaan air bersih saat terjadi bencana, Badrut Tamam berhasil mendapat predikat sebagai peserta ketiga terbaik se Jawa Timur. Sekaligus mengharumkan nama PMI Pamekasan, pada ajang tingkat regional.
“Pelatihan ini digelar khusus untuk kader PMI dalam rangka meningkatkan pengetahuan, terutama dalam bidang sanitasi dan pengelolaan air bersih saat terjadi bencana. Sehingga kegiatan ini diharapkan dapat meminimalisir sekaligus mengurangi beban masyarakat akan kebutihan air bersih saat terjadi bencana,” kata Badrut Tamam.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pmi-Pamekasan”]
Ia mengaku tidak mudah untuk mendapatkan predikat terbaik pada ajang tersebut, beruntung dirinya sudah mempersiapkan diri dari berbagai kemungkinan, baik dari aspek kesehatan maupun wawasan dan pengetahuan. “Dibutuhkan persiapan matang untuk pelatihan ini, salah satunya dari imunitas tubuh,” ungkapnya.
“Sebab kami menilai pelatihan ini terbilang semi militer, bahkan dalam pelatihan ini kami juga diharuskan membuat jamban dua pintu dalam waktu 24 jam, yakni satu hari satu malam,” sambung pria yang juga menjabat sebagai Ketua Korp Sukarelawan (KSR) PMI Pamekasan, Periode 2022/2025.
Dalam kegiatan tersebut, PMI Pamekasan mendelegasikan dua perwakilan yang sudah dinyatakan lulus seleksi oleh PMI Provinsi Jawa Timur. Masing-masing Badrut Tamam dan Fatimatus Sahroh. “Kegiatan ini diikuti peserta perwakilan dari 24 kabupaten/kota di Jatim, alhamdulillah kami dapat memberikan yang terbaik,” jelasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pmi-pamekasan”]
Sementara Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pamekasan, Rahmad Kurniadi mengaku senang dengan prestasi yang ditorehkan kader terbaik pada ajang tingkat Jatim. “Tentunya hal ini menjadi modal penting bagi profesionalisme SDM PMI Pamekasan, khususnya dalam tugas kemanusiaan,” ungkapnya.
“Kami akui bahwa sertifikasi dan kemampuan tim relawan PMI Pamekasan, cukup merata, hal ini tentu harus ditingkatkan sekaligus ditularkan kepada para kader KSR PMI maupun adik-adik PMR di tingkat Madya maupun Wira,” sambung Rahmad Kurniadi.
Bahkan ia juga sangat berharap prestasi tersebut dapat menular bagi kader yang lain, serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum. “Tentunya kita harapkan hal ini dapat menjadi penunjang saat terjadi bencana, baik kekeringan maupun banjir. Apalagi dibutukan penanganan cepat dan tepat sesuai dengan tupoksi PMI,” pungkasnya. [pin/kun]






