Magetan (beritajatim.com) – Tak hanya sebagai pesawat latih tempur, T50i Golden Eagle juga bisa difungsikan sebagai pesawat tempur yang dilengkapi radar dan misil. Pesawat itu juga bisa digunakan untuk penyerangan air to ground. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispen AU) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah.
“Saya sampaikan ini tadi pesawat LIFT dan pesawat untuk night attack. Jadi untuk penerbang kami yang masih berlatih itu menerbangkan pesawat T50i dulu, kemudian baru menerbangkan pesawat Sukhoi atau F-16. Nah itu yang disebut fungsi LIFT,” kata Indan, Selasa (19/7/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pesawat-t50i-golden-eagle”]
T50i juga bisa melakukan fungsi sebagai pesawat tempur karena mampu digunakan untuk air to air karena dilengkapi rudal dan missile. Kemudian, bisa melakukan serangan ke darat atau air to ground dengan membawa bom, roket, dan peluru. “Jadi, ini bisa melakukan penyerangan ke tanah atau air to ground. Ini pesawat multifungsi,” katanya.
Sementara, TNI AU Lanud Iswahjudi masih belum mengoperasikan T50i pasca kejadian jatuhnya pesawat T50i Golden Eagle TT-5009 di Desa Nginggil, Kradenan, Blora, Jawa Tengah, Senin (18/7/2022). Masih perlu sejumlah evaluasi sebelum kembali mengoperasikan pesawat latih tempur itu.
Indan menyebut jika Panitia Penyelidikan Kecelakaan Pesawat Udara (PPKPU) masih akan terus melakukan penyelidikan guna menemukan penyebab jatuhnya pesawat yang diterbangkan oleh Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi itu. “Nanti akan kami infokan jika sudah diketahui penyebabnya,” pungkasnya. (fiq/kun)






