Mojokerto (beritajatim.com) – Kebakaran di Pasar Kedung Maling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin (18/7/2022), tidak hanya membakar dua kios. Namun api juga membakar gudang milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Kabupaten Mojokerto.
Gudang tersebut berada di belakang warung nasi milik Rosmiati yang menjadi penyebab awal asal api. Gudang tersebut berisi peralatan tersebut turut terbakar bersama dua kios lainnya yakni warung nasi dan kios peralatan rumah tangga milik H Manah.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Yoi Afrida Soesetyo mengatakan, dari hasil penyelidikan diketahui jika kebakaran terjadi karena kompor gas yang lupa dimatikan. “Kompor gas lupa dimatikan saat ditinggal buwuh (kondangan),” ungkapnya.

Masih kata Kalak, ada enam unit mobil pemadam kebakaran (damkar) diterjunkan ke lokasi kebakaran. Tiga unit damkar dari BPBD Kabupaten Mojokerto, satu unit damkar dari Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, satu unit dari Dragon dan satu unit Gama.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kebakaran-mojokerto”]
“Alhamdulillah, tidak lama bisa dipadamkan dan masih dilakukan pembasahan. Kerugian masih dihitung. Yang terbakar sementara ada tiga lapak, kondisinya porak poranda. Ledakan hanya ngowos, warung nasi milik Bu Ros, milik Pak Sugiono dan gudang UPT Pasar. Isinya peralatan,” ujarnya.
Pihaknya mengingatkan kepada masyarakat agar berhati-hati jika meninggalkan rumah atau toko. Masyarakat dihimbau untuk mengecek kondisi kompor dan listrik saat meninggalkan rumah maupun toko karena saat ini musim kondangan. [tin/but]






