Surabaya (beritajatim.com) – Nama Fachri Husaini menjadi satu dari tiga bakal calon pelatih kepala yang akan dipersiapkan untuk Pekan Olah Raga Nasional XXI 2024 Jawa Timur. Tanpa dipungkuri prestasi Fachri dalan PON Papua lalu patut diacungkan jempol. Dia berhasil membawa tim PON Aceh mendapatkan medali Perak.
Dua nama lain juga bakal diprediksi menjadi pelatih tim PON Jatim yang tengah dipersiapkan oleh Assprov PSSI Jawa Timur adalah Joko Susilo dan Ustonawawi. Karir kedua pelatih ini menang terbilang cukup moncer, Joko Susilo pernah menjadi pelatih Arema FC pada 2008. Sedangkan Uston Nawawi kini menjadi bagian dari tim Liga 1 Persebaya sebagai ass pelatih.
Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur sudah siap menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 yang akan digelar di Aceh dan Sumatera Utara. Sedangkan Amir Burhanuddin menjadi project officer tim sepakbola putra- putri Jatim untuk proyeksi PON XXI 2024.
“Kami sudah menyiapkan langkah-langkah untuk menyambut PON XXI, baik untuk tim putra maupun putri. Dari hasil rapat Exco Asprov PSSI Jatim kebetulan saya ditugaskan menjadi penanggung jawab. Karena itu sekarang kami tinggal menunggu koordinasi dengan KONI Jatim, apakah sepakbola masuk Puslatda atau tidak. Sebagai peraih medali perunggu di PON Papua tentunya sepakbola ingin masuk Puslatda,” ucap Amir, Senin (18/7/2022).
Raihan medali perunggu ini terbilang lompatan prestasi bagi sepakbola setelah sebelumnya di PON Riau 2012 gagal meraih medali dan PON Jawa Barat 2016 bahkan tidak lolos dari babak Pra PON. Untuk persiapan tim tentunya membutuhkan pelatih, oleh sebab itu Asprov PSSI Jatim juga sudah mempunyai nominasi siapa pelatih yang bakal menangani tim Jatim proyeksi PON 2024.
Menurut Amir ada tiga kandidat pelatih yang sudah disiapkan oleh PSSI Jatim, yaitu Fahri Husaini, Joko Susilo, dan Uston Nawawi. ” Untuk tim putra ada tiga nominasi pelatih yaitu coach Fahri Husaini, Joko Susilo, dan Uston Nawawi. Kebetulan Joko Susilo dan Uston adalah anggota komite teknik PSSI Jatim,” tambah Amir.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pon-jatim”]
Ketiga nama ini berdasarkan hasil rapat Asprov PSSI Jatim. Tapi untuk menentukan siapa yang akan dipilih atas koordinasi dengan KONI Jatim. Amir menyebutkan, untuk memilih pelatih tergantung dari tiga hal, yakni target,
budgeting, program secara umum. “Karena program secara khusus akan dirumuskan oleh pelatih,” tambah Amir.
CEO Deltras ini juga menambahkan, ketiga pelatih ini memiliki kualifikasi yang sangat tinggi karena mereka telah memiliki lisensi kepelatihan yang mumpuni. Ketiga pelatih itu berlisensi AFC Pro. Menurut Amir, ada beberapa mekanisme pemilihan pemain. Selain hasil dari pantauan tim talent scouting di Porprov VII Jatim, juga ada sejumlah saluran lain untuk merekrut pemain.
Adapun beberapa saluran tersebut meliputi seleksi pemain dari Liga 3, Piala Soeratin U-17, Elite Pro Academy. “Setiap tahun akan ada promosi dan degradasi. Semua tergantung progres pemain selama satu tahun menjalani training camp atau Puslatda,” sebut Amir.
Hanya saja, untuk model Puslatda sendiri, Amir belum bisa menentukan lantaran tergantung dari hasil koordinasi dengan KONI Jatim. [way/suf]






