Malang (beritajatim.com) – Manajer tim Arema FC Ali Rifki memuji kerja keras seluruh bagian tim. Pengorbanan mereka terbayar dengan raihan juara Piala Presiden 2022. Ini adalah gelar juara ketiga Singo Edan setelah sebelumnya pada edisi 2017 dan 2019.
“Kalau ditanya apa rahasianya mungkin sudah bukan rahasia lagi karena kita bisa melihat kerja keras seluruh komponen yang ada dalam tim Arema FC. Baik itu pelatih, pemain yang sangat luar biasa hingga elemen lainnya termasuk dengan dukungan supporter yang sangat kita apresiasi. Semua menyatukan langkah untuk menjadi juara,” kata Ali.
Ali meminta semua komponen harus berjalan bersama-sama. Dia mencontohkan bahwa dalam catatan juara tiga kali Piala Presiden yakni pada 2017, 2019 dan 2022 , Arema FC dilatih oleh tiga pelatih yang berbeda. Masing-masing, Aji Santoso, Milomir Seslija dan Eduardo Almeida.
“Harus diakui, tidak ada yang lebih besar dari lambang di dada. Ini adalah Arema, ini adalah kebersamaan dan perjuangan bersama-sama,” imbuhnya.
Arema FC menunjukkan militansinya dalam meraih gelar juara Piala Presiden 2022. Meski memiliki modal dengan kemenangan di final leg pertama Piala Presiden 2022 saat bermain di Stadion Kanjuruhan, namun tim Singo Edan tidak lengah.
[berita-terkait number=”4″ tag=”arema-fc”]
Dendi Santoso Cs tetap berusaha keras untuk memenangkan pertandingan, meski tim tuan rumah secara permainan lebih dominan, namun Arema FC tetap berusaha untuk memburu kemenangan. Hasil itu tentu saja menjadi modal berharga bagi Arema FC kedepan. Sebab kompetisi Liga 1 2022 akan segera dimulai.
“Yang jelas ini akan menjadi modal bagi Arema FC untuk menapaki kompetisi. Paling penting adalah mana kekurangan dan mana potensi yang ada dari tim ini sudah diinvetarisasi oleh tim pelatih,” tandas Ali. [luc/but]






