Surabaya (beritajatim.com) – Kasus pencabulan yang dilakukan Moch Subchi Azal Tsani (MSAT), putra Pondok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah KH Muhammad Mukhtar Mukthi, mendapat sorotan dari Lingkar Studi Gender Mahasiswa (LSGM) Universitas Airlangga Surabaya . Pasalnya, perilaku bejat ini terjadi di pondok pesantren (ponpes) yang merupakan institusi pendidikan agama.
“Kejadian seperti kasus pencabulan di salah satu ponpes di Jombang ini menjadi penyadaran untuk kesekaian kali nya, bahwa kekerasan seksual dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja,” kata Ketua LSGM Unair Elni Nainggolan kepada beritajatim.com, Jumat (8/7/2022).
Elni mengatakan, mengungkap kasus kekerasan seksual bukah hal yang mudah. Terlebih jika kejadian terjadi di lingkungan pendidikan, utamanya apalagi ponpes. Menurut Elni, relasi kuasa antara ponpes dan masyarakat Jombang masih sangat kuat. Hal ini yang juga menjadi penyebab banyaknya kasus kekerasan seksual yang tidak berhasil diungkap serta diadili.
“Dan bukan menjadi kejutan apabila pelaku dilindungi oleh pondok pesantren bahkan berdalih bahwa kasus tersebut adalah fitnah,” kata aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini.
Elni menyebut, besarnya potensi menjadi korban bahkan dalam lingkungan pendidikan yang religius, menunjukkan minimnya ruang aman dari kekerasan seksual. Namun, dirinya menegaskan bahwa mengungkap kekerasan seksual bukanlah hal yang mustahil.
[berita-terkait number=”4″ tag=”anak-kiai-jombang”]
“Kasus ini sendiri butuh 5 tahun untuk dapat masuk ke meja hijau akibat sulitnya melengkapi berkas bukti agar bisa sampai di tahap P21. Ini salah satu bukti nyata bahwa walau sebegitu sulitnya mengangkat kasus kekesan seksual di Indonesia, tetapi itu bukan hal yang mustahil,” kata Wakil Presiden BEM FISIP Unair 2020 ini.
Elni turut mengapresiasi kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut. Di tengah status pelaku yang merupakan anak dari kiai dengan pengaruh besar di Jombang.
“Perlu diapresiasi bagaimana kepolisian tetap getol dan tidak membiarkan kasus ini menguap begitu saja walaupun menghadapi tersangka yang punya pengaruh dan pendukung yang sangat banyak. Semoga hal ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan selalu,” pungkasnya. [asg/but]






