Surabaya (beritajatim.com) – Menikah tidak melulu perihal uwu-uwuan semata. Akan banyak sekali hal yang perlu dipersiapkan, selain materi. Salah satunya ialah menyiapkan mental.
Mental siap menikah tidak lepas dengan cara seseorang dalam mengontrol emosinya. Terlebih sikap atau sifat yang cenderung negatif, mengingat menikah merupakan ibadah sekaligus aktivitas menjalin komunikasi paling lama.
Tak ayal jika hal ini tidak dihilangkan sejak saat ini, maka bisa jadi hubungan rumahtangga berjalan tidak harmonis. Berikut ini lima sifat yang wajib dihilangkan sebelum memutuskan untuk menikah, di antaranya;
Malas
Ketika masih lajang mungkin kamu masih sering bermalas-malasan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Terlebih karena mungkin kamu terbiasa dengan bantuan orang tua yang selalu membantu dan menyiapkan kebutuhanmu.
Jika kebiasaan malas ini tidak segera dihilangkan mulai saat ini, pastikan jangan terkejut jika nanti rumahtanggamu menjadi tidak berjalan baik, karena pasanganmu merasa tidak senang atau keberatan.
Egois
Buang jauh-jauh kebiasaan egoismu, terlebih jika sudah memutuskan untuk menikah. Karena sifat egois kerap menjadi pemicu retaknya rumahtangga seseorang.
Terlebih pada dasarnya tak ada seorang pun yang mau memiliki pasangan egois atau mau menangnya sendiri. Maka cobalah untuk bisa menghargai pasanganmu dan lakukan komunikasi yang tidak memicu kesalahpahaman.
Boros
Membangun rumahtangga tentu saja tidak mudah. Ditambah lagi dengan pengeluaran yang tadinya untuk diri sendiri, kini justru menjadi bersama-sama. Sedangkan pemasukan mungkin yang tidak seberapa.
Maka sebaiknya jauhkanlah diri dari kebiasaan boros. Ingat juga bahwa kebutuhan setelah menikah tak lagi menyoal kepuasan diri saja, melainkan juga kebutuhan rumahtangga dan terlebih anak.
Mengeluh
Setiap orang pasti pernah mengeluh, tak jarang juga yang menjadikan hal ini sebagai kebiasaan saat sedang merasa lelah. Namun, saat kamu memutuskan untuk menikah, sebaiknya hal ini coba diminimalisir.
Bukan berarti tidak boleh mengeluh, hanya saja jika terlalu banyak mengeluh hal tersebut justru akan membuatmu menjadi stres. Bahkan mood pasanganmu pun mungkin akan ikut menjadi buruk.
Pemarah
Menggabungkan dua hati dan dua pemikiran tentu tidak mudah seperti yang dibayangkan. Terlebih jika kamu memiliki kebiasaan suka marah-marah pada hal yang sebenarnya sepele.
Maka sebelum memutuskan untuk menikah, pastikan lagi bahwa sifat mudah marah tersebut bisa terkontrol atau bahkan dihilangkan. Coba lakukan dengan cara komunikasi yang baik, jangan sampai kemarahan tersebut justru membuatmu menyesal di kemudian hari. (Fyi/ian)






