Surabaya (beritajatim.com) – Tanpa disangka sebagian orang kemungkinan mengalami fase terlalu lama sendiri atau menjomblo sehingga membuat mereka biasanya terlalu nyaman sampai lupa mencari pasangan hidup.Pada masa itu, seseorang lebih bebas melakukan apapun tanpa komitmen bahkan izin dari pasangan. Namun, mereka harus lebih hati-hati karena ada penelitian yang menunjukkan jika terlalu lama menjomblo berpotensi cepat meninggal.
Walaupun memang benar tidak semua orang jomblo hidupnya tidak bahagia atau kesepian. Hanya saja, mereka yang masih jomblo atau mengalami kesepian ternyata berumur lebih pendek. Selain itu, ada yang menyebut kesepian lebih mematikan dibandingkan obesitas sehingga dianggap sebagai risiko kesehatan masyarakat.
Disamping itu, melalui tinjauan dari sebuah penelitian mengenai kesepian menemukan jika seseorang yang memiliki hubungan sosial buruk berisiko mengalami kematian dini lebih tinggi 50 persen daripada mereka yang memiliki hubungan sosial baik.
Pasalnya, secara sosial terhubung dengan orang lain termasuk dalam kebutuhan mendasar manusia yang mendasar. Hal ini baik dan penting untuk kesejahteraan dan kelangsungan hidup. Sebagai contoh bayi yang berada dalam perawatan kustodi tidak memiliki kontak manusia seringkali gagal berkembang dan meninggal.
Perasaan kesepian dianggap dapat membuat seseorang lebih buruk secara mental dan fisik. Dampak lain dari kesepian adalah mereka cenderung mengalami gejala lebih parah ketika sakit.
Berdasarkan hasil penelitian dari Sahlgrenska Academy (SAHLSIS), Seseorang yang merasa kesepian karena terlalu lama menjomblo bisa lebih rentan terkena penyakit. Salah satunya adalah penyakit stroke fatal apabila tidak menerima pertolongan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”hubungan”]
Ada penelitian lain yang menyebutkan mereka terlalu lama atau memilih hidup sendiri beresiko lebih tinggi terkena kematian dini. Hasil penelitian yang berasal dari penelitian dengan melibatkan 1.090 pasien stroke di Swedia bagian barat. Hasilnya, 36% pasien yang hidup sendiri meninggal dalam 12 tahun setelah terkena stroke. Hanya 17% yang terjadi pada mereka berpasangan.
Penyebab yang mungkin terjadi karena mereka yang hidup sendiri cenderung tidak terlalu memperhatikan kesehatan tubuh. Mereka kurang menerapkan hidup sehat sehingga secara tidak langsung mengambil penanganan kesehatan untuk menyembuhkan penyakit. Hal ini yang memperparah karena tidak memperhatikan gaya hidup yang mereka. Lain halnya dengan mereka yang memiliki pasangan, setidaknya ada yang perhatian dengan kesehatan. (PRD/ian)






