Gresik (beritajatim.com)– Sapu lidi produksi warga Desa Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, menembus pasar ekspor ke negara Brunei Darussalam dan Timor Leste. Sapu yang berbahan dasar daun kelapa itu, juga diminati di Pulau Kalimantan, dan Sulawesi.
Salah satu pengrajin sapu lidi asal Desa Karangsemanding, M.Naim (50) menuturkan, setiap dirinya mampu memproduksi 1.500 biji sapu lidi yang siap dikirim ke berbagai daerah. “Per biji sapu lidi kami pasarkan dengan harga Rp 5.500 hingga Rp 7.000. Namun, semua itu tergantung dengan ukuran dan jumlahnya,” tuturnya, Kamis (7/07/2022).
M.Naim menambahkan, imbas adanya pandemi covid-19 sangat mempengaruhi dalam segi perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”UMKM”]
“Akibat awal munculnya pandemi, sangat terasa sekali bagi kami. Bagaimana sulitnya mencari rejeki. Ditambah mahalnya bebagai bahan baku sangat terasa sekali, dan alhamdulillah secara perlahan kami mulai bangkit. Bahkan, peminatnya tidak hanya masyarakat Indonesia tetapi kita mulai mengekspor ke beberapa negara lain,” imbuhnya.
Menggeliatnya kembali produk UMKM itu, sangat dirasakan sekali oleh pengrajin sapu lidi. Malahan, Babinsa Koramil 0817/09 Balongpanggang Serma Nofi Agus selalu berinteraksi bersama masyarakat, sehingga perkembangan situasi dan kondisi masyarakat binaannya selalu terpantau olehnya.
“Dampak pandemi tidak menyurutkan masyarakat Desa Karangsemading untuk bertahan, dan terus mengais rejeki dengan berbagai kerajinan. Salah satunya kerajinan sapu lidi yang saat ini banyak diminati konsumen dan bisa menembus pasar ekspor,” ungkapnya. [dny/kun]






